Perjalanan Lebaran, Integrasi Stasiun Memberikan Fleksibilitas bagi Pemudik

  • 07 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Bandung

RRI. CO. ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat strategi angkutan Lebaran 2026 melalui penguatan integrasi antarmoda. Hal itu guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat peningkatan mobilisasi pada mudik libur Lebaran Idul Fitri 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pentingnya kereta api sebagai transportasi massal yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan. Sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih efisien, nyaman, dan terdistribusi secara lebih merata.

"Penguatan integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam pengelolaan arus perjalanan nasional. Yaitu pada masa libur Lebaran yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat lintas wilayah," kata Anne kepada awak media, Sabtu 7 Februari 2026.

Baca Juga: KAI Pastikan Ketersediaan Tiket Libur Panjang Imlek Tersedia

Dia menyampaikan konektivitas kereta api dengan moda lanjutan seperti kereta perkotaan, layanan bus, hingga angkutan lanjutan di kawasan perkotaan. Itu semua mendukung perjalanan end-to-end bagi pelanggan dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

"Melalui penguatan integrasi di berbagai simpul tersebut, KAI mendorong perjalanan end-to-end yang lebih efisien sekaligus mendukung pemerataan arus penumpang selama periode libur Lebaran," katanya. Sejalan dengan strategi tersebut, KAI mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang perjalanan pada tanggal-tanggal awal masa Angkutan Lebaran.

"Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerataan arus penumpang sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan," beber Anne. Dia menyebutkan hingga 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket kereta api reguler untuk periode 11–23 Maret 2026 telah mencapai 568.307 tiket. Konsentrasi pemesanan masih berada pada tanggal-tanggal mendekati Hari Raya, sementara pada tanggal-tanggal awal ketersediaan tiket masih terbuka luas.

Data pemesanan menunjukkan bahwa pada 11 Maret 2026 tiket yang terjual baru mencapai 13.049 tiket, 12 Maret 2026 sebanyak 29.576 tiket, serta 16 Maret 2026 sebanyak 34.766 tiket. Angka tersebut masih berada di bawah tingkat pemesanan pada 18 Maret 2026 yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret 2026 sebanyak 62.095 tiket.

Anne menambahkan integrasi stasiun dengan moda lanjutan memberikan fleksibilitas lebih besar. Yaitu bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....