KAI Commuter Catat Pertumbuhan Pengguna Signifikan Sepanjang 2025
- 04 Feb 2026 21:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - KAI Commuter mencatatkan tren pertumbuhan positif dan konsisten sepanjang tahun 2025 pada layanan Commuter Line di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan kinerja tahunan, total volume pengguna secara nasional mencapai 400.997.610 orang.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7,08 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 374.484.307 pengguna. Kenaikan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel.
Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, mengatakan pertumbuhan volume pengguna terjadi merata di seluruh area layanan. “Sepanjang 2025, seluruh wilayah operasi KAI Commuter mengalami peningkatan signifikan,” ujar Purnomo dalam keterangannya, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Juga: Ini Tips Berburu Tiket Mudik Lebaran KAI Bandung
| Baca juga: Ini Catatan Semester 1 KAI Bandara YIA PSO |
Ia merinci, di wilayah Jabodetabek volume pengguna mencapai 349.311.251 orang, Area I Merak melayani 4.463.498 orang, serta Commuter Line Basoetta sebanyak 2.347.314 pengguna. Sementara Area II Bandung tercatat 18.727.224 orang, Wilayah VI Yogyakarta 10.131.789 orang, dan Wilayah VIII Surabaya mencapai 16.016.534 orang.
Purnomo menambahkan, pada tahun 2025 KAI Commuter mengoperasikan total 1.294 perjalanan setiap hari untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. “Tahun 2025 menjadi momentum penguatan konektivitas antar kawasan melalui peningkatan frekuensi perjalanan,” katanya.
Rincian perjalanan tersebut meliputi 1.065 perjalanan di Jabodetabek, 14 perjalanan di Area Merak, dan 70 perjalanan Commuter Line Basoetta. Selain itu, Area II Bandung mengoperasikan 58 perjalanan, Area VI Yogyakarta 37 perjalanan, dan Area VIII Surabaya sebanyak 50 perjalanan per hari.
Dari sisi operasional, KAI Commuter juga mencatatkan tingkat ketepatan waktu yang tinggi sepanjang 2025. Tingkat ketepatan keberangkatan mencapai 99,3 persen, sementara ketepatan kedatangan berada di angka 98,8 persen.
Khusus di Jabodetabek, Bogor Line menjadi lintasan dengan jumlah pengguna tertinggi mencapai 153.538.393 orang, disusul Cikarang Line sebanyak 85.936.774 orang. Stasiun Manggarai tercatat sebagai stasiun transit terpadat dengan 57.517.269 pengguna, diikuti Stasiun Tanah Abang sebanyak 44.062.572 orang.
Pertumbuhan layanan Commuter Line turut mendorong perkembangan ekonomi di sekitar stasiun, termasuk tumbuhnya UMKM dan peningkatan nilai properti. “Ke depan dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar integrasi transportasi dan layanan sosial masyarakat dapat terbangun secara berkelanjutan,” tutup Purnomo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....