GREY Hair and Nail Artistry Menyatu Galeri Seni
- 04 Feb 2026 14:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebuah konsep baru yang memadukan layanan kecantikan dengan ruang apresiasi seni hadir di Kota Bandung. Tidak sekadar salon, pengunjung juga diajak menikmati karya seni rupa kontemporer yang dipamerkan langsung di dinding ruang perawatan. Konsep ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia, menggabungkan salon kecantikan dan galeri seni dalam satu pengalaman kreatif yang utuh.
Inovasi tersebut dihadirkan melalui pembukaan GREY Hair and Nail Artistry yang berlokasi di Jalan Cilaki No. 28, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Kehadiran ruang ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Grey Art Gallery, yang selama ini dikenal aktif mendorong perkembangan seni rupa dan ekonomi kreatif di Bandung.
Owner sekaligus Founder GREY Hair and Nail Artistry, Grace Christianti, mengatakan bahwa kehadiran salon ini merupakan perpanjangan dari ekosistem Grey yang telah dibangun sejak awal.“GREY Hair and Nail Artistry merupakan bagian dari ekosistem Grey yang lebih luas, di mana setiap ruang dan program saling melengkapi untuk mendukung pengembangan seni rupa dan ekonomi kreatif di Bandung,” ujar Grace, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Juga: BPR Tumbuh, OJK Perkuat Laju Peningkatannya
Grey sendiri digagas oleh Grace Christianti, Elia Yoesman, dan Jennifer Sugianto, dengan visi menghadirkan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, Grey berupaya memperluas cara publik berinteraksi dengan praktik seni rupa kontemporer, tidak terbatas pada ruang galeri konvensional.
Dengan menempatkan karya seni di ruang salon, Grey ingin menegaskan bahwa seni kini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Seni rupa dinilai cukup cair untuk hadir di ruang-ruang publik keseharian, mendampingi aktivitas rutin masyarakat tanpa kehilangan nilai estetik dan reflektifnya.
Pada tahun pertamanya, GREY Hair and Nail Artistry menampilkan karya-karya seni dengan visualisasi monokrom hitam dan putih. Pilihan visual ini dihadirkan untuk menciptakan suasana yang tenang dan kontemplatif di tengah aktivitas perawatan diri.
Kehadiran karya seni di ruang keseharian tersebut memposisikan seni terasa lebih dekat dan akrab. Seni tidak lagi hanya menjadi pajangan, tetapi bagian dari pengalaman hidup.
Dominasi warna hitam dan putih juga memberi ruang bagi mata dan pikiran untuk berhenti sejenak, bernapas, dan merefleksikan diri.“Di GREY Hair and Nail Artistry, setiap karya hadir di tengah aktivitas sehari-hari, sehingga pengunjung bisa merasakan seni secara langsung sebagai teman, inspirasi, atau momen refleksi dalam rutinitas mereka,” tutur Grace.
Baca Juga: Kuota Hangus Ungkap Kepatuhan Semu Pengawasan Pasar Modal
Tidak hanya sebagai medium apresiasi, karya-karya seni yang dipamerkan di GREY Hair and Nail Artistry juga tersedia untuk dijual. Hal ini menjadi bagian dari upaya distribusi karya serta dukungan nyata terhadap praktik seni para seniman. Dengan demikian, salon ini tidak hanya menghadirkan pengalaman visual dan emosional, tetapi juga memperluas akses pasar bagi karya seni rupa kontemporer.
Kehadiran GREY Hair and Nail Artistry semakin menegaskan posisi Grey Art Gallery sebagai inovator dalam ekosistem seni rupa dan ekonomi kreatif. Format baru ini memperluas batasan antara seni, budaya, dan aktivitas keseharian, sekaligus menjadi platform bagi seniman untuk bereksperimen dengan ruang dan medium baru.
Konsep tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, dengan menjadikan seni lebih inklusif dan dekat dengan publik.Sebagai informasi, Grey Art Gallery merupakan ruang seni rupa kontemporer di Bandung yang digagas oleh Grace Christianti, Elia Yoesman, dan Jennifer Sugianto.
Galeri ini berkomitmen membangun ekosistem seni melalui praktik seni, apresiasi publik, serta pengembangan ekonomi kreatif lewat berbagai format ruang dan program lintas disiplin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....