Siger, Simbol Wibawa, Kehormatan dan Kesetiaan Pengantin Adat Sunda
- 25 Apr 2024 13:53 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Indonesia dengan berbagai keberagamannya memiliki daya tarik tersendiri untuk para wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk diketahui lebih dalam, karena banyak mengandung nilai filosofi dan sarat makna, salah satunya pakaian dan pernik yang terkandung dalam "Siger" yaitu mahkota yang biasa digunakan.
Dalam kamus basa Sunda R.A Danadibrata, Siger adalah mahkota berbahan logam yang diberi tambahan ornamen yang dikenakan oleh pengantin wanita. Menurut sejarahnya, Siger seberat 1,5 Kg tersebut terinspirasi dari tokoh Subardha dan Srikandi, ksatria perempuan yang terkenal dengan ketangguhan dan keanggunannya yang memesona. Siger Sunda berbentuk segitiga, dengan ukuran berbentuk bunga, bentuk tersebut melambangkan keesaan Tuhan yang mengatur hidup manusia, serta keyakinan bahwa setiap kita akan kembali pada-Nya. Ornamen bunga pada siger Sunda tersebut memiliki arti masing-masing. Pertama, enam pasang Kembang Tanjung yang berpola seperti hati merupakan makna kesetiaan mempelai perempuan kepada pasangannya. Kemudian Ngeningan Daun Sirih pada bagian kening dipercaya sebagai tolak bala. Lalum tujuh pasang Kembang Goyang yang terletak diatas sanggul memiliki makna rezeki dan kebaikan bagi pengantin.
Kemudian terdapat lima buah Kembang yang dipasang mengarah ke depan da 2 buah lainnya mengarah kebelakang yang merupakan simbol kecantikan perempuan yang dapat terlihat dari arah mana saja. Selain itu ada pula untaian Bunga pada Siger yang disebut Ronce yang memiliki lambang kemurnian dan kesucian diri seorang perempuan. Untaian Bunga tersebut biasanya berukuran 30cm yang bisa menggunakan bunga Sedap Malam, Melati atau Kamboja. Untaian bunga pertama disebut dengan Mayang Sari yang disematkan di belakang telinga sebelah kiri yang memiliki simbol harapan agar tidak akan ada perselisihan diantara calon pengantin pria dan wanita di kehidupan rumah tangganya kelak. Sedangkan di belakang telinga kanan terdapat ronce bunga yang menjuntai hingga pinggang yang biasa disebut Mangle Susun menggambarkan bahwa semua rencana rumah tangga sudah disusun dengan rapi.
Selain itu ada pula Ronce Bawang Sebungkul, disematkan di belakang kedua telinga yang ukuran panjangnya sama, menggambarkan keseimbangan dalam hidup. Kemudian ada untaian berbentuk Bintang yang dipasang di kanan dan kiri sanggul atau disebut Mangle Sisir Bintang merupakan simbol harapan agar kehidupan rumah tangga seindah bintang yang bercahaya di tengah kegelapan. Diatas sanggul juga diberi hiasan untaian bunga yang disebut dengan Mangle Pasung yang bentuknya berupa setengah lingkaran seperti bando yang dipakai dari belakang telinga kiri ke telinga kanan berjumlah 5 atau 7 buah yang dibuat dengan dasar Pinti yang bermakna kesucian seorang gadis. Dibagian sanggul ada rangkaian bunga melati yang berbentuk seperi jala disebut Tutup Sanggul Rambang Melati yang mengandung makna calon pengantin wanita diharapkan memiliki kepandaian dalam menabung untuk masa depan.
Terakhir ada taburan bunga melati yang diletakan diatas kepala pengantin terdiri dari 5 atau 17 kuntum bunga melati, 5 bunga melati memiliki makna Sholat 5 waktu dan 17 lagi menyimbolkan jumlah rakaat Sholat yang harus dilaksanakan dalam 1 hari. Siger merupakan bagian penting dari busana Pernikahan adat sunda dengan berbagai bentuk, jenis dan pernik lainnya yang memiliki keindahan tersendiri yang memukau. Siger memiliki fungsi utama sebagai aksesoris untuk keindahan dan keagungan wanita yang juga memiliki makna spiritual dan kemampuan untuk melindungi pemakainya. Dengan mengetahui dan memahami Siger Sunda dengan berbagai filosofinya kita dapat lebih memperdalam pengetahuan tentang keanekaragaman budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....