Jangan Asal Pilih, Kenali Jenis Piring yang Aman untuk Makanan Sehari-hari

  • 30 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Piring menjadi salah satu peralatan makan yang hampir selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa setiap jenis piring memiliki karakteristik berbeda dan tidak semuanya cocok digunakan untuk menyajikan makanan panas?

Dikutip dari laman Indonesian Chef Association, piring tersedia dalam berbagai bahan, mulai dari keramik, melamin, plastik, aluminium, kayu, kaca, hingga styrofoam. Pemilihan bahan piring penting diperhatikan karena penggunaan yang tidak sesuai, terutama untuk makanan panas, dapat meningkatkan risiko paparan zat tertentu dari material atau lapisan piring.

Karena itu, mengenali karakteristik setiap jenis piring menjadi langkah sederhana untuk menjaga keamanan makanan dan peralatan makan yang digunakan keluarga.

Piring Melamin

Piring melamin cukup populer karena memiliki beragam bentuk, warna, serta motif yang menarik. Bahan ini juga relatif ringan dan tidak mudah pecah sehingga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, penggunaan piring melamin perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan suhu yang disajikan. Paparan suhu tinggi dan kondisi makanan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan migrasi zat dari material atau lapisan piring ke makanan.

Salah satu penelitian yang pernah dilakukan Kaohsiung Medical University di Taiwan membandingkan penggunaan wadah melamin dan keramik ketika digunakan untuk makanan panas. Penelitian tersebut menemukan adanya perbedaan kadar melamin yang dikeluarkan melalui urine setelah peserta mengonsumsi makanan menggunakan wadah berbahan melamin.

Piring Plastik

Piring plastik banyak digunakan karena ringan, tidak mudah pecah, dan tersedia dalam berbagai warna serta motif. Peralatan makan berbahan plastik juga sering menjadi pilihan untuk anak-anak karena lebih praktis digunakan.

Meski demikian, tidak semua produk plastik memiliki karakteristik yang sama sehingga pengguna perlu memperhatikan label dan petunjuk penggunaan. Sebaiknya pilih produk yang memang diperuntukkan sebagai peralatan makan serta memiliki keterangan aman untuk kontak dengan makanan.

Perhatikan pula simbol atau kode yang biasanya terdapat di bagian bawah produk. Jangan menggunakan wadah plastik yang tidak dirancang untuk makanan panas atau tidak memiliki petunjuk penggunaan yang jelas.

Piring Aluminium

Aluminium dikenal sebagai bahan yang ringan, kuat, dan relatif awet. Material ini juga banyak digunakan untuk berbagai peralatan dapur dan perlengkapan makan.

Penggunaannya tetap perlu memperhatikan kondisi makanan serta karakteristik produknya. Makanan yang sangat asam atau asin dan bersentuhan dengan aluminium dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan perpindahan aluminium ke makanan.

Karena itu, penggunaan peralatan berbahan aluminium sebaiknya mengikuti petunjuk produsen dan tidak sembarangan digunakan untuk semua jenis makanan, terutama jika permukaan wadah sudah tergores atau rusak.

Piring Keramik

Keramik menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk peralatan makan karena tampilannya menarik dan tersedia dalam berbagai desain. Material ini juga dapat digunakan untuk menyajikan beragam jenis makanan, termasuk makanan panas, selama produk memang dirancang untuk penggunaan tersebut.

Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan kualitas glasir dan dekorasi pada piring keramik. Produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan atau memiliki lapisan dekoratif tertentu sebaiknya tidak digunakan untuk makanan panas maupun makanan yang bersifat asam.

Untuk penggunaan di microwave, pastikan terlebih dahulu terdapat keterangan bahwa piring tersebut memang aman digunakan di dalam microwave. Tidak semua produk keramik otomatis aman untuk dipanaskan dengan cara tersebut.

Piring Kayu

Piring kayu memberikan kesan alami dan berbeda dibandingkan peralatan makan berbahan keramik atau kaca. Selain tampilannya menarik, material kayu juga banyak digunakan sebagai bagian dari konsep penyajian makanan yang lebih natural.

Namun, piring kayu membutuhkan perawatan lebih karena materialnya dapat menyerap air dan sisa makanan. Piring kayu juga tidak secara otomatis aman dimasukkan ke dalam microwave karena ketahanannya terhadap panas sangat bergantung pada jenis kayu, lapisan pelindung, serta konstruksi produknya.

Karena itu, gunakan piring kayu sesuai petunjuk produsennya dan pastikan kondisinya tetap bersih, kering, serta tidak retak atau rusak.

Piring Styrofoam

Styrofoam atau polistirena sering digunakan karena ringan, praktis, dan mudah dibawa. Material ini banyak ditemukan sebagai wadah makanan sekali pakai, terutama untuk makanan yang dibawa pulang.

Penggunaannya untuk makanan panas perlu mendapat perhatian. Suhu tinggi serta makanan yang mengandung minyak atau memiliki tingkat keasaman tertentu dapat meningkatkan risiko perpindahan komponen dari material ke makanan.

Karena itu, wadah styrofoam sebaiknya tidak digunakan kembali dan penggunaannya perlu mengikuti petunjuk keamanan yang diberikan produsen. Untuk makanan panas, lebih baik menggunakan wadah yang memang dirancang khusus untuk menahan suhu tersebut.

Piring Kaca

Piring kaca menjadi pilihan karena tampilannya bersih, transparan, dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis hidangan. Permukaannya juga relatif mudah dibersihkan sehingga banyak digunakan di rumah maupun restoran.

Namun, tidak semua piring kaca memiliki ketahanan panas yang sama. Sebelum digunakan untuk makanan panas atau dimasukkan ke microwave maupun oven, pastikan produk memiliki keterangan tahan panas dan sesuai dengan fungsi tersebut.

Perhatikan pula kondisi piring karena kaca yang retak atau mengalami kerusakan dapat lebih mudah pecah ketika mengalami perubahan suhu secara tiba-tiba.

Piring Tembikar

Piring tembikar dapat memberikan sentuhan tradisional pada meja makan. Bentuk dan teksturnya juga sering membuat makanan khas Nusantara terlihat semakin menarik ketika disajikan.

Meski begitu, pengguna perlu memperhatikan lapisan glasir dan kualitas produk sebelum menggunakannya sebagai wadah makanan. Pastikan piring tembikar memang dibuat untuk kontak langsung dengan makanan dan memiliki lapisan yang aman.

Jangan Hanya Melihat Bentuk dan Harga

Memilih piring sebaiknya tidak hanya berdasarkan desain, warna, atau harga. Faktor keamanan bahan, ketahanan terhadap panas, serta petunjuk penggunaan dari produsen juga perlu menjadi pertimbangan.

Hal yang tidak kalah penting adalah menggunakan piring sesuai peruntukannya. Piring yang aman untuk makanan dingin belum tentu aman digunakan untuk makanan panas, microwave, atau oven.

Dengan mengenali karakteristik setiap bahan, masyarakat dapat lebih bijak memilih peralatan makan untuk kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan zat dari material peralatan makan yang tidak digunakan sesuai fungsinya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....