Hanjeli, Pangan Lokal Leluhur Sunda yang Terlupakan
- 30 Sep 2026 09:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Hanjeli atau yang memiliki nama latin Coix lacryma-jobi merupakan salah satu jenis serealia lokal yang sejak dahulu telah akrab dengan kehidupan masyarakat agraris Sunda. Tanaman purba ini tidak hanya dikenal tangguh di berbagai kondisi lahan, tetapi juga menyimpan nilai historis yang kuat sebagai sumber pangan alternatif penting sebelum padi mendominasi pola konsumsi masyarakat Nusantara.
Bagi masyarakat Sunda masa lampau, hanjeli memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga saat musim paceklik atau kemarau panjang melanda. Karakteristik batangnya yang kokoh serta bijinya yang keras membuat tanaman ini tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem, menjadikannya andalan para petani tradisional di pedesaan untuk diolah menjadi beragam jenis makanan penunjang.
Dari segi pemanfaatan kuliner tradisional, biji hanjeli biasanya diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti bubur hanjeli, kolak, hingga dicampur langsung ke dalam nasi liwet. Teksturnya yang kenyal dengan cita rasa gurih alami memberikan keunikan tersendiri, sementara kandungan nutrisinya yang kaya akan protein, kalsium, dan serat tinggi membuat panganan ini sangat baik bagi kesehatan tubuh.
Selain sebagai sumber karbohidrat dan kuliner tradisional, biji hanjeli yang keras dan memiliki lubang alami di tengahnya kerap dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda untuk diolah menjadi kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Berbagai aksesoris kreatif seperti gelang, kalung, tas tradisional, hingga tirai sering kali dibuat dari rangkaian biji hanjeli yang dieksplorasi secara kreatif oleh para perajin lokal.
Sayangnya, eksistensi hanjeli di tengah masyarakat Sunda kini semakin terpinggirkan akibat pergeseran pola makan modern yang serba instan dan ketergantungan yang tinggi terhadap beras. Minat petani untuk membudidayakan tanaman ini pun kian menurun, membuat hanjeli jarang ditemukan di pasar-pasar tradisional dan terancam punah dari ingatan kolektif generasi muda saat ini.
Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul gerakan kebangkitan pangan lokal yang dimotori oleh komunitas pegiat budaya dan petani milenial di Jawa Barat untuk membudidayakan kembali hanjeli. Melalui inovasi pengolahan produk kuliner modern dan promosi wisata edukasi agraris, hanjeli perlahan-lahan mulai diangkat kembali sebagai warisan pangan super leluhur Sunda yang membanggakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....