Sulit Melupakan Masa Lalu, Ini Penyebabnya

  • 29 Sep 2026 03:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kenangan tentang kegagalan, perpisahan, atau kesalahan masa lalu terkadang kembali muncul dalam ingatan meskipun peristiwa tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi itu tidak selalu berarti seseorang memiliki ingatan yang lebih kuat atau belum mampu meninggalkan masa lalu.

Edukator dari kanal YouTube Psikologi Sederhana menjelaskan fenomena tersebut dalam video berjudul “PSIKOLOGI ORANG YANG SULIT MELUPAKAN MASA LALU” yang diunggah pada 29 Agustus 2026. Dalam penjelasannya, faktor emosional menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman tertentu lebih mudah tersimpan dan kembali muncul dalam ingatan.

Menurut penjelasan tersebut, pengalaman yang memiliki muatan emosi tinggi diproses secara khusus oleh otak melalui interaksi bagian amigdala dan hipokampus. Otak kemudian cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap pengalaman emosional dibandingkan kejadian sehari-hari yang bersifat netral.

Karena itu, sebuah peristiwa yang dianggap sangat bermakna dapat meninggalkan ingatan yang lebih kuat. Kegagalan, kehilangan, perpisahan, maupun pengalaman lain yang memberikan dampak emosional besar dapat kembali terlintas ketika seseorang berada dalam situasi tertentu yang mengingatkannya pada pengalaman tersebut.

Penjelasan itu juga menyebut bahwa ingatan manusia tidak bekerja seperti rekaman video yang selalu menyimpan peristiwa secara utuh dan persis sama. Ingatan dapat disusun kembali oleh otak berdasarkan konteks, tujuan, serta pemahaman seseorang terhadap dirinya pada saat ini.

Faktor lain yang dapat membuat seseorang terus memikirkan pengalaman masa lalu adalah ruminasi. Kondisi tersebut berupa pola berpikir berulang mengenai suatu kejadian, termasuk terus mempertanyakan penyebab maupun dampak negatif yang ditimbulkannya.

Meski demikian, sering teringat masa lalu tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami depresi atau ruminasi berlebihan. Dalam banyak keadaan, kenangan tersebut dapat muncul karena pengalaman yang bersangkutan memiliki arti atau nilai emosional yang besar bagi seseorang.

Pengalaman masa lalu juga dapat menjadi bahan bagi seseorang ketika membayangkan kehidupannya di masa depan. Berbagai pengalaman yang pernah dilewati dapat memberikan pelajaran dan menjadi pertimbangan ketika seseorang menghadapi situasi baru.

Namun, menjadikan kegagalan atau kesalahan masa lalu sebagai satu-satunya penentu masa depan dinilai bukan cara yang tepat. Masa lalu merupakan bagian dari perjalanan hidup, tetapi pengalaman tersebut tidak harus selalu menentukan keputusan maupun langkah seseorang pada waktu berikutnya.

Dengan demikian, munculnya kembali kenangan lama tidak selalu berarti seseorang masih terjebak dalam masa lalu. Cara seseorang memahami pengalaman tersebut dan menggunakannya sebagai bagian dari pembelajaran dapat menjadi hal yang lebih penting dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....