Standar Ganda, ketika Perlakuan Berubah karena Subjeknya

  • 13 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Standar ganda muncul ketika seseorang dinilai berbeda meski menghadapi situasi yang serupa. Perbedaan perlakuan tersebut dapat terjadi karena siapa yang melakukan, bukan karena apa yang dilakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini dapat muncul dalam keluarga, pertemanan, pekerjaan, maupun lingkungan sosial. Masalahnya muncul ketika ukuran yang digunakan tidak konsisten dan menguntungkan pihak tertentu.

Siapa pun dapat menjadi pelaku atau pihak yang menerima standar berbeda dalam situasi tertentu. Subjeknya bisa berupa individu, kelompok, atau orang dengan kedudukan sosial yang berbeda.

Standar ganda terjadi ketika perilaku serupa mendapatkan penilaian berbeda tanpa alasan yang benar-benar relevan. Sebaliknya, perbedaan perlakuan tidak selalu menjadi standar ganda jika terdapat alasan objektif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dikutip dari BINUS.ac.id pada 13 September 2026, standar ganda merupakan prinsip yang tidak adil karena diterapkan berbeda. Perbedaan tersebut dapat terjadi antar situasi atau terhadap kelompok yang berbeda.

Dalam praktiknya, seseorang dapat memaklumi kesalahan orang tertentu tetapi mengecam kesalahan serupa dari orang lain. Ukuran yang sama akhirnya tidak diterapkan ketika identitas atau kedekatan subjek berubah.

Kondisi tersebut dapat memunculkan kesan pilih kasih dan membuat pihak tertentu merasa diperlakukan tidak adil. Jika berlangsung terus, standar ganda dapat mengurangi kepercayaan dalam hubungan sosial.

Mengapa standar ganda mudah muncul dalam kehidupan sosial? Salah satunya karena kedekatan, kepentingan, atau penilaian pribadi. Penilaian terhadap suatu tindakan juga dapat berubah ketika pelakunya memiliki status atau hubungan tertentu.

Cara mengenalinya dapat dimulai dengan membandingkan tindakan, situasi, alasan, dan konsekuensi yang diterima setiap pihak. Pertanyaan pentingnya adalah apakah perbedaan perlakuan memiliki alasan objektif atau sekadar keberpihakan.

Pada akhirnya, memperlakukan orang secara adil bukan berarti selalu memberikan hasil yang sama. Yang lebih penting adalah menggunakan ukuran yang konsisten serta alasan yang relevan ketika menilai seseorang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....