Mahasiswa di Tasikmalaya Soroti Pengadaan Bantuan Buku dan Alat Tulis Siswa SD
- 06 Sep 2026 21:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Forum Tasikmalaya Bersatu (FORTABES) menyoroti bantuan pengadaan buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1-2 Sekolah Dasar di Indonesia. Bantuan ini, merupakan bantuan pemerintah pusat.
Kabupaten Tasikmalaya sendiri, juga menjadi daerah yang akan menerima bantuan itu di bulan September 2026 ini. Anggaran bantuan sarana keterampilan menulis pada sekolah dasar di wilayah Kabupaten Tasikmalaya diperkirakan mencapai Rp 4,6 miliar. Bantuan ini, diperuntukkan bagi sekitar 51 ribu siswa.
Setiap siswa, mendapatkan bantuan buku dan alat tulis tersebut senilai Rp 91 ribu dari Kemendikdasmen. Penyaluran anggaran langsung kepada rekening sekolah tempat siswa belajar.
Ketua FORTABES Ryan Nurfalah mengatakan, pengadaan apapun yang berbentuk bantuan dari pemerintah tentunya harus transparan dalam pelaksanaannya. Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya harus menyampaikan ke publik anggaran tersebut.
“Dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan juklak dan juknis serta aturan,” katanya, Minggu 6 September 2026.
Maka dari itu Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya harus mengawasi dalam pelaksanaan pengadaan buku dan alat tulis ini. Termasuk meninjau ke lapangan agar kemungkinan pengkondisian pada salah satu penyedia tidak terjadi.
“harus tegas terhadap oknum yang melakukan pengkondisian dan pengarahan.
Karena kalau tidak salah ada fungsi pembinaan dan pengawasan dinas pendidikan,” ujarnya.
Sementara untuk pengadaan buku dan alat tulis hari ini tentunya harus melewati beberapa mekanisme dan tahapan. Mau itu tender, lelang, PL ataupun minikom, e-katalog, banyak tahapan yang harus ditempuh.
“Jadi kami rasa tidak bisa menunjuk secara langsung ke salah satu pengusaha atau penyedia buku dan alat tulis. Kami bahkan sudah mengkaji juklak dan juknis bantuan buku dan alat tulis ini,” kata dia.
Pada prinsipnya kata Ryan, program apapun yang bersumber dari pemerintah itu harus ada terbuka dan transparan dalam pelaksanaannya. “ kami menduga adanya penggiringan terhadap salah satu pengusaha atau penyedia di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Wandi Hervandi mengatakan, anggaran dalam pengadaan buku dan alat tulis bantuan pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen, disalurkan langsung kepada sekolah. “Itu diserahkan ke masing-masing penerima atau sekolah melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH),” kata Wandi.
Adapun pihak yang menduga adanya pengarahan dalam pengadaan buku dan alat tulis terhadap salah satu penyedia, Wandi memastikan hal itu tidak ada. Disdikbud akan mengawasi dan mengingatkan sekolah.
“Kami akan mengingatkan sekolah untuk menggunakan anggaran sesuai prosedur dan mengingatkan akan konsekuensinya. Kalau yang mengarahkannya oknum dinas, atau lainnya tentu kami akan memanggil dan mengingatkannya, dan tentunya kami akan kroscek ke sekolah-sekolah langsung kebenarannya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....