Buku “Pangan Indonesia” Angkat Perjalanan Pangan Indonesia

  • 06 Sep 2026 10:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, meluncurkan buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di IdeaFest 2026, Jumat 4 September 2026 lalu.

Buku ini membahas perjalanan pangan Indonesia menuju kedaulatan pangan, mulai dari capaian swasembada beras hingga tantangan memastikan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, dan terjangkau, termasuk pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

Pada 2025, produksi beras nasional mencapai sekitar 34 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sekitar 31 juta ton. Capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam perjalanan menuju kedaulatan pangan.

Namun, agenda pangan nasional tidak berhenti pada beras. Pemenuhan sumber protein seperti daging, ikan, telur, dan susu menjadi salah satu tantangan berikutnya untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan bergizi dengan harga terjangkau.

Zulkifli Hasan menggambarkan visi pangan Indonesia pada 2045 sebagai bangsa yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya, tetapi juga memiliki masyarakat yang unggul secara gizi.

“Bayangkan Indonesia 2045: sebuah bangsa dengan 300 juta manusia yang tidak hanya cukup pangan, tetapi unggul secara gizi. Generasi yang tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing. Bangsa yang tidak hanya memberi makan dirinya sendiri, tetapi berkontribusi pada ketahanan pangan kawasan dan dunia,” ujar Zulkifli Hasan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu bagian dalam buku yang memetakan sembilan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, kedelai, daging ruminansia, daging ayam, ikan, telur, susu, dan gula. Pembahasannya menghubungkan produksi dan konsumsi pangan dengan kebutuhan gizi serta kualitas manusia Indonesia.

Penguatan kecukupan protein juga dibahas dari sisi keragaman sumber pangan dan pola konsumsi masyarakat. Buku ini mengangkat berbagai sumber pangan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk ikan, sagu, talas, sukun, jewawut, jagung, dan berbagai umbi-umbian.

Buku ini juga membahas perkembangan pola konsumsi masyarakat dari waktu ke waktu.

Ikan telah menjadi sumber protein utama masyarakat Nusantara sejak sebelum Republik Indonesia berdiri, sementara telur ayam ras yang kini menjadi salah satu sumber protein masyarakat baru dikonsumsi secara massal sejak akhir 1950-an.

Bagi Dirgayuza, pembahasan mengenai pangan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia. Ketersediaan pangan bergizi berkaitan dengan kesehatan, produktivitas, dan daya saing masyarakat. “Tidak ada negara yang kuat tanpa pangan yang cukup. Tidak ada masyarakat yang produktif tanpa gizi yang baik. Tidak ada sumber daya manusia unggul tanpa piring makan yang sehat,” kata Dirgayuza Setiawan.

Pembahasan buku kemudian diperluas pada kebijakan dan ekosistem yang diperlukan untuk membangun kedaulatan pangan. Dengan demikian, capaian swasembada beras ditempatkan sebagai salah satu pijakan dalam perjalanan pangan Indonesia, bukan sebagai tujuan akhir.

Peluncuran buku di IdeaFest 2026 menjadi momentum untuk membawa pembahasan pangan kepada publik yang lebih luas. IdeaFest tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-15 dengan mengusung tema ReHumanize, yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.

Tema tersebut selaras dengan gagasan buku yang menghubungkan persoalan pangan dengan kualitas manusia. Melalui peluncuran di IdeaFest, pembahasan mengenai pangan juga dibawa ke ruang percakapan yang lebih luas, tidak terbatas pada isu produksi dan kebijakan pangan.

Terdiri atas empat bab, Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul membawa pembaca dari pembahasan mengenai makna kedaulatan pangan hingga gambaran Indonesia setelah mencapai kedaulatan pangan. Buku ini membahas sembilan komoditas strategis sekaligus mengangkat sejarah pangan, pola konsumsi, kebijakan, ekosistem pangan, dan kebutuhan gizi masyarakat.

Setelah swasembada beras menjadi pijakan penting, agenda pangan Indonesia bergerak pada tantangan yang lebih luas: memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, beragam, bergizi, dan terjangkau. Dari piring yang sehat tersebut, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Tentang Buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul

Buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul ditulis oleh Zulkifli Hasan dan Dirgayuza Setiawan. Buku ini membahas sembilan komoditas pangan strategis—beras, jagung, kedelai, daging ruminansia, daging ayam, ikan, telur, susu, dan gula—serta menghubungkan aspek produksi dan konsumsi pangan dengan kualitas manusia Indonesia.

Dalam empat bab, buku ini bergerak dari pembahasan mengenai makna kedaulatan pangan hingga gambaran Indonesia setelah mencapai kedaulatan pangan. Buku juga mengangkat sejarah, keragaman pola konsumsi, kebijakan, serta ekosistem pangan Indonesia untuk menunjukkan bahwa perjalanan menuju manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan unggul berawal dari piring makan yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....