Terminal Antapani Disiapkan Jadi Stasiun Akhir BRT

  • 04 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID , Bandung - Pembangunan fisik proyek Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Terminal Antapani mulai berjalan pada bulan September ini dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. Lokasi Terminal Antapani nantinya akan difungsikan sebagai End Station atau stasiun akhir dalam jaringan BRT Bandung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis 3 September 2026, sejumlah bekas bangunan kios pedagang telah dibongkar, meninggalkan sisa-sisa reruntuhan material yang siap dibersihkan sebelum pengerjaan konstruksi utama dimulai.

Kepala Sub Terminal Antapani, Dadang Herdiatna, menjelaskan bahwa proses pengosongan lahan telah melalui beberapa tahapan administrasi, termasuk pemberian Surat Peringatan (SP) hingga SP 3 kepada pemilik kios, serta pemberian uang kerohiman bagi para pedagang terdampak. "Untuk para pedagang itu cuma diberi uang kerohiman, nilainya beda-beda tiap kios. Saat ini berhubung belum ada kegiatan pembangunan fisik yang berjalan, angkutan kota (angkot) masih beroperasi secara normal di area terminal," ujar Dadang.

Pihak Dinas Perhubungan bersama instansi terkait saat ini tengah berkoordinasi untuk mencari solusi penataan dan pemindahan sementara jalur operasional angkot selama pengerjaan konstruksi berlangsung. "Kita nanti koordinasi antara pihak terkait, angkot mau dipindahkan ke mana selama pembangunan. Target dari pihak vendor (PT SBS) pengerjaan dimulai September dan Oktober sudah harus beres, pengerjaannya sekitar satu bulan," tambah Dadang.

Dadang juga menjelaskan, setelah pembangunan rampung terminal Antapani diproyeksikan menjadi melayani empat trayek utama BRT, yakni Antapani-Ciroyom, Antapani-Ledeng, Antapani-Sarijadi, dan Antapani-Leuwipanjang. Perubahan fungsi tersebut juga akan diikuti dengan penyesuaian denah serta akses kendaraan di kawasan terminal.

Dalam rencana penataan baru, akses kendaraan akan mengalami perubahan dengan pintu masuk terminal yang saat ini digunakan akan difungsikan sebagai pintu keluar. Sementara itu, pintu keluar yang ada nantinya dialihkan menjadi pintu masuk bagi armada BRT.

Selain perubahan akses, Terminal Antapani juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang operasional dan pelayanan angkutan massal. Fasilitas tersebut meliputi dua shelter penumpang, kantor operasional BRT, serta kantor Dinas Perhubungan (Dishub).

Penulis : Nadya Feylasufa Haqy & Muhammad Faiz Adinda Putra

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....