Rezeki Terhambat karena Dosa atau Sedang Diuji? Ini Penjelasan UAH

  • 31 Agt 2026 19:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kondisi rezeki yang terasa sulit terkadang menimbulkan pertanyaan, apakah hal tersebut merupakan ujian atau akibat dosa yang dilakukan seseorang. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah melihat kembali apakah terdapat perbuatan dosa yang dapat menghambat datangnya rezeki yang halal.

Dalam kajian yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official, UAH menjelaskan bahwa rezeki merupakan kata yang netral. Menurutnya, halal atau haramnya sesuatu yang diperoleh berkaitan dengan proses mendapatkannya.

"Rezeki itu kata netral. Segala yang didapatkan tergantung prosesnya. Kalau prosesnya halal, sifatnya halal. Kalau haram, sifatnya haram," jelas UAH.

UAH juga mengatakan bahwa pada hakikatnya tidak ada istilah rezeki yang terlambat. Ia mengutip Al-Qur'an Surah Az-Zariyat ayat 22 dan menjelaskan bahwa rezeki telah ditetapkan dan diberikan sesuai dengan ikhtiar. Namun, pemberian tersebut tidak selalu langsung dalam bentuk materi dan dapat berlangsung secara bertahap.

Menurutnya, seseorang terkadang lebih dahulu mendapatkan rezeki berupa pengetahuan, potensi, perjuangan, dan akses yang tidak dapat dibeli dengan uang. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang nantinya dibutuhkan ketika rezeki dalam bentuk materi datang.

Ketika membahas amalan yang dapat dilakukan untuk mempercepat rezeki, UAH menyebut salat sebagai amalan pertama. Bagi yang telah berkeluarga, ia menganjurkan salat berjamaah bersama keluarga dan mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Taha ayat 132 tentang perintah untuk mengajak keluarga mendirikan salat serta bersabar dalam menjalankannya.

UAH kemudian menjelaskan bahwa manusia tidak perlu menjadikan salat sebagai sarana untuk menghasilkan rezeki secara langsung. Menurutnya, tugas manusia adalah menyembah Allah SWT, sedangkan rezeki merupakan urusan Allah SWT.

"Rezeki itu urusan Allah. Urusan kita itu menyembah Allah," ujar UAH.

UAH kemudian menceritakan kisah sebuah keluarga yang sedang tidak memiliki makanan. Sang ayah yang pulang ke rumah mengajak keluarganya untuk melaksanakan salat. Setelah mereka selesai salat berjamaah, seorang tetangga datang membawa makanan yang sebelumnya disiapkan untuk tamu, tetapi tidak jadi disantap karena tamunya pulang setelah terjadi perdebatan.

Melalui kisah tersebut, UAH menekankan pentingnya membangun hubungan dengan Allah SWT melalui salat dan bersabar dalam menjalankannya. Ia juga mengingatkan bahwa manusia tetap perlu menjalankan tugasnya untuk beribadah, sementara urusan rezeki berada dalam ketetapan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....