Jangan Tunggu Rem Bermasalah, Ini 6 Tanda Kampas Rem Motor Harus Diganti

  • 30 Agt 2026 13:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kampas rem menjadi salah satu komponen penting yang menentukan keselamatan saat berkendara. Komponen ini bekerja menghasilkan gesekan dengan cakram atau tromol untuk memperlambat hingga menghentikan laju sepeda motor.

Dikutip dari laman yamaha-motor. kampas rem memiliki usia pakai dan akan menipis seiring intensitas penggunaan. Jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan pengereman dapat menurun dan berpotensi merusak komponen lain pada sistem rem.

Karena itu, pengendara perlu mengenali tanda-tanda kampas rem mulai aus. Berikut enam kondisi yang patut diperhatikan pada motor pada umumnya.

  1. Muncul Bunyi Berdecit Saat Rem Digunakan

Suara berdecit atau bunyi gesekan yang tidak biasa ketika tuas rem ditekan bisa menjadi tanda kampas rem mulai menipis. Pada kondisi tertentu, suara tersebut muncul ketika material kampas sudah sangat tipis sehingga bagian logam berpotensi bergesekan dengan cakram.

Jika suara terus muncul dan tidak hilang setelah pemeriksaan sederhana, sebaiknya jangan diabaikan. Gesekan logam dengan cakram secara terus-menerus dapat mempercepat kerusakan komponen pengereman.

  1. Rem Terasa Kurang Pakem
    Perubahan pada respons pengereman juga perlu menjadi perhatian. Jika tuas rem terasa harus ditekan lebih dalam atau pengereman tidak lagi secepat biasanya, kondisi kampas dan sistem rem sebaiknya segera diperiksa.

Rem yang kurang responsif akan semakin berisiko ketika pengendara harus melakukan pengereman mendadak. Kondisi jalan, kecepatan, beban kendaraan, serta komponen rem lainnya juga dapat memengaruhi performa pengereman.

  1. Jarak Pengereman Terasa Lebih Panjang
    Pernah merasa motor membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti dibandingkan biasanya? Kondisi tersebut tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah pada sistem pengereman.

Kampas rem yang aus dapat memengaruhi kemampuan pengereman, meski jarak berhenti juga dipengaruhi banyak faktor seperti kecepatan, kondisi ban, permukaan jalan, dan respons pengendara.

  1. Ketebalan Kampas Rem Sudah Menipis
    Cara paling sederhana untuk mengetahui kondisi kampas adalah dengan melakukan pemeriksaan visual. Jika material gesek kampas sudah terlihat sangat tipis atau telah mencapai batas minimum sesuai spesifikasi kendaraan, kampas sebaiknya segera diganti.

Jangan menunggu sampai kampas benar-benar habis. Pemeriksaan berkala akan membantu mencegah kerusakan pada cakram atau tromol sekaligus menjaga sistem pengereman tetap bekerja optimal.

  1. Muncul Getaran Saat Melakukan Pengereman
    Getaran pada setang atau bagian kendaraan ketika rem digunakan juga patut diperhatikan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan keausan kampas yang tidak merata, cakram yang tidak rata, atau masalah lain pada sistem pengereman.

Karena penyebabnya tidak selalu berasal dari kampas rem, pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan sumber masalah. Jangan memaksakan motor digunakan jika getaran terasa kuat atau disertai penurunan kemampuan pengereman.

  1. Level Minyak Rem Menurun
    Pada motor yang menggunakan rem cakram hidrolik, minyak rem yang berkurang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, termasuk keausan kampas rem. Ketika kampas menipis, posisi piston kaliper dapat berubah sehingga level minyak rem di reservoir ikut berubah.

Meski demikian, minyak rem yang berkurang juga bisa menandakan kebocoran atau masalah lain. Karena itu, jangan sekadar menambahkan minyak rem tanpa mencari penyebabnya.

Mengapa Kampas Rem Harus Diganti Tepat Waktu?

Mengganti kampas rem bukan hanya soal menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan. Kampas yang sudah aus dapat membuat pengereman tidak optimal dan berisiko menyebabkan kerusakan pada cakram atau komponen pengereman lainnya.

Selain itu, kondisi kampas rem tidak selalu bisa ditentukan hanya berdasarkan jarak tempuh. Gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, serta seberapa sering rem digunakan turut memengaruhi tingkat keausannya.

Jika muncul suara tidak normal, rem terasa kurang pakem, jarak pengereman bertambah, kampas terlihat menipis, muncul getaran, atau level minyak rem berubah, segera lakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dan penggantian sebaiknya mengikuti spesifikasi motor serta rekomendasi pabrikan.

Untuk memastikan kondisi pengereman tetap aman, pengendara dapat melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Yamaha atau bengkel terpercaya. Rem merupakan salah satu komponen keselamatan utama, sehingga perawatannya sebaiknya tidak ditunda sampai muncul masalah serius.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....