Kenapa Mata Perih saat Memotong Bawang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 29 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bawang merah dan bawang putih merupakan dua bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Selain memberikan aroma dan rasa yang khas, keduanya juga memiliki beragam senyawa alami yang menarik untuk diketahui.

Dikutip dari laman Gramedia. Bawang merah mengandung sejumlah zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, serta berbagai mineral. Bahan dapur ini juga memiliki senyawa sulfur volatil yang menjadi salah satu penyebab munculnya rasa perih dan air mata ketika bawang dipotong.

Rasa perih tersebut bukan terjadi tanpa sebab, melainkan merupakan bagian dari reaksi kimia yang berlangsung ketika sel-sel bawang mengalami kerusakan. Saat bawang dipotong, jaringan di dalamnya terpecah sehingga sejumlah senyawa dan enzim yang sebelumnya terpisah kemudian saling bereaksi.

Proses tersebut menghasilkan senyawa yang mudah menguap dan dapat mencapai permukaan mata. Ketika mengenai mata, senyawa tersebut memicu iritasi sehingga tubuh secara alami merespons dengan mengeluarkan air mata untuk membantu membersihkan zat yang mengganggu.

Menariknya, tingkat kepedihan yang ditimbulkan setiap bawang tidak selalu sama. Bahkan bawang yang berasal dari satu kantong yang sama dapat memberikan efek berbeda karena kandungan senyawa pemicunya bisa berbeda-beda.

Bawang Putih Juga Kaya Senyawa Sulfur

Selain bawang merah, bawang putih juga dikenal sebagai salah satu bumbu yang kaya akan senyawa sulfur. Salah satu senyawa yang banyak dibahas adalah allicin, yang terbentuk melalui reaksi enzimatis ketika bawang putih dihancurkan atau dipotong.

Bawang putih juga mengandung berbagai komponen lain, termasuk enzim alliinase, asam amino, selenium, serta sejumlah mineral. Kandungan tersebut membuat bawang putih tidak hanya digunakan sebagai penyedap makanan, tetapi juga banyak diteliti karena potensi aktivitas biologisnya.

Mengapa Memotong Bawang Bisa Membuat Menangis?

Ketika pisau memotong bawang, sel-sel bawang mengalami kerusakan dan melepaskan berbagai senyawa kimia. Senyawa sulfur kemudian bereaksi dengan enzim tertentu dan menghasilkan asam sulfenat yang bersifat tidak stabil.

Senyawa tersebut selanjutnya dapat berubah menjadi propanetiol S-oksida, yaitu senyawa yang mudah menguap.

Ketika mencapai mata, senyawa ini menyebabkan iritasi pada permukaan mata dan memicu produksi air mata sebagai mekanisme perlindungan alami.

Dengan demikian, air mata yang keluar saat memotong bawang sebenarnya merupakan respons pertahanan tubuh. Mata berusaha mengurangi dan menghilangkan zat yang dianggap sebagai iritan.

Cara Mengurangi Mata Perih Saat Memotong Bawang

Salah satu cara sederhana yang dapat dicoba untuk mengurangi rasa perih adalah mendinginkan bawang terlebih dahulu sebelum dipotong. Menyimpan bawang di dalam freezer dalam waktu singkat dapat memperlambat aktivitas enzim dan mengurangi pembentukan senyawa yang mudah menguap.

Selain itu, menggunakan pisau yang tajam juga dapat membantu karena proses pemotongan menjadi lebih cepat dan rapi. Bawang yang dipotong tanpa terlalu banyak menghancurkan jaringan dapat membantu mengurangi pelepasan senyawa penyebab iritasi.

Jadi, jika mata berair ketika memotong bawang, tidak perlu menganggapnya sebagai tanda sedang bersedih. Air mata tersebut merupakan reaksi alami tubuh terhadap senyawa kimia yang dilepaskan bawang ketika sel-selnya rusak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....