Mengapa Kita Bersin? Ini Mekanisme Tubuh dan Faktanya

  • 26 Agt 2026 23:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bersin merupakan hal yang sangat umum dialami setiap orang dan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika sedang beristirahat atau berkonsentrasi. Meski terlihat sederhana, bersin sebenarnya merupakan salah satu mekanisme alami tubuh untuk melindungi saluran pernapasan dari berbagai gangguan.

Dikutip dari laman honestdocs. Refleks bersin muncul ketika hidung mendeteksi adanya partikel asing yang dianggap mengganggu. Debu, kotoran, serbuk sari, asap, hingga zat tertentu dapat menjadi pemicu tubuh melakukan refleks tersebut.

Bagaimana Proses Bersin Terjadi?

Ketika partikel asing masuk ke dalam hidung, benda tersebut akan berinteraksi dengan rambut-rambut halus serta selaput lendir yang melapisi rongga hidung. Rangsangan itu kemudian diterima oleh reseptor di dalam hidung dan diteruskan melalui saraf menuju pusat refleks bersin di medula oblongata.

Setelah menerima sinyal tersebut, tubuh secara otomatis mempersiapkan diri untuk mengeluarkan benda yang mengganggu saluran pernapasan. Otot dada dan diafragma berkontraksi, sementara saluran pernapasan mengalami perubahan tekanan hingga udara, lendir, dan partikel asing terdorong keluar melalui hidung dan mulut.

Bersin juga menjadi bagian dari sistem pertahanan tubuh terhadap berbagai mikroorganisme, termasuk virus dan bakteri yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Karena itu, seseorang yang sedang mengalami flu atau iritasi pada hidung biasanya dapat bersin berulang kali.

Selain debu dan serbuk sari, bersin juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain seperti perubahan suhu, polusi udara, obat-obatan tertentu, hingga produk kosmetik yang menimbulkan iritasi. Meski mekanismenya relatif sama, suara dan cara seseorang bersin dapat berbeda-beda.

Mengapa Mata Terpejam Saat Bersin?

Salah satu hal menarik dari bersin adalah mata yang biasanya ikut terpejam secara otomatis. Kondisi tersebut berkaitan dengan hubungan antara saraf yang mengatur hidung dan area sekitar mata.

Menutup mata saat bersin merupakan bagian dari refleks tubuh dan membantu melindungi mata dari partikel atau percikan lendir yang keluar ketika bersin. Jadi, terpejamnya mata bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari respons alami tubuh.

Kapan Bersin Perlu Diwaspadai?

Pada umumnya, bersin merupakan refleks normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bersin yang terjadi sangat sering, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain dapat menjadi tanda adanya kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.

Salah satu penyebab yang umum adalah rhinitis alergi, yaitu peradangan pada rongga hidung akibat reaksi terhadap pemicu tertentu. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan tersebut dapat berkaitan dengan masalah lain seperti sinusitis, polip hidung, atau infeksi pada telinga.

Bersin yang terlalu kuat atau terlalu sering juga dapat memperburuk kondisi tertentu, terutama pada orang yang sedang mengalami mimisan atau sakit kepala. Karena itu, apabila bersin berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Jangan Menahan Bersin

Meski terkadang seseorang merasa perlu menahan bersin karena berada di tempat umum, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari. Menutup hidung sekaligus mulut secara rapat ketika hendak bersin dapat meningkatkan tekanan di dalam saluran pernapasan.

Tekanan yang meningkat secara tiba-tiba berpotensi menimbulkan masalah pada bagian tubuh tertentu, termasuk telinga. Karena itu, lebih baik membiarkan refleks bersin berlangsung secara alami dengan tetap memperhatikan etika dan kebersihan.

Cara Bersin yang Benar

Bersin dapat menjadi salah satu cara penyebaran kuman melalui percikan dari saluran pernapasan. Oleh sebab itu, kebersihan tetap harus diperhatikan agar refleks alami tersebut tidak menjadi sumber penularan penyakit kepada orang lain.

Cara yang dianjurkan adalah menutup hidung dan mulut menggunakan tisu ketika bersin, kemudian segera membuang tisu ke tempat sampah dan mencuci tangan. Jika tidak memiliki tisu, gunakan bagian dalam siku atau lengan atas untuk menutup mulut dan hidung, bukan telapak tangan.

Pada akhirnya, bersin merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang memiliki fungsi penting untuk membantu membersihkan saluran pernapasan. Memahami penyebab dan prosesnya membuat kita tidak perlu panik ketika bersin, tetapi tetap perlu memperhatikan kebersihan serta kondisi tubuh apabila keluhannya terjadi secara berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....