Psikologi Orang yang Selalu Terlambat, Kamu Termasuk?

  • 25 Agt 2026 14:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kebiasaan selalu terlambat kerap dianggap sebagai persoalan kedisiplinan atau kurang menghargai waktu. Namun, keterlambatan yang terjadi berulang kali dapat dipengaruhi berbagai faktor psikologis, mulai dari cara seseorang memperkirakan waktu hingga kebiasaan menunda pekerjaan.

Cleveland Clinic menjelaskan, salah satu faktor yang dapat berperan adalah kesulitan memperkirakan waktu secara akurat. Seseorang dapat merasa masih memiliki cukup waktu untuk melakukan aktivitas lain sebelum berangkat, padahal waktu yang tersedia tidak mencukupi.

Kesulitan memperkirakan waktu juga dapat membuat seseorang tidak menyadari berapa lama aktivitas yang dilakukan sebenarnya berlangsung. Akibatnya, seseorang dapat merasa memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan beberapa hal sekaligus, tetapi justru terlambat dari waktu yang telah ditentukan.

Keterlambatan juga dapat berkaitan dengan kebiasaan menunda atau prokrastinasi. American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa prokrastinasi tidak selalu disebabkan kemalasan atau buruknya kemampuan mengatur waktu. Perilaku tersebut dapat berkaitan dengan regulasi emosi, ketika seseorang menunda tugas untuk menghindari perasaan negatif seperti cemas, frustrasi, atau bosan.

Dalam kondisi tertentu, menunda pekerjaan memang dapat memberikan rasa lega untuk sementara. Namun, kelegaan tersebut justru dapat membuat seseorang kembali melakukan penundaan ketika menghadapi tugas atau aktivitas yang dianggap tidak menyenangkan.

Kebiasaan terlambat yang terus berulang juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Cleveland Clinic menyebut keterlambatan kronis dapat memengaruhi kinerja pekerjaan dan hubungan pribadi. Dalam hubungan sosial, kebiasaan datang terlambat juga dapat membuat orang lain merasa waktunya kurang dihargai.

Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, seseorang dapat mulai dengan mengenali penyebab keterlambatannya. Membuat persiapan lebih awal, memberikan deadline palsu, serta menggunakan alarm sebagai pengingat untuk mulai bersiap atau berangkat dapat membantu menjaga ketepatan waktu.

Pada akhirnya, orang yang sering terlambat tidak selalu berarti malas atau sengaja mengabaikan orang lain. Memahami pola di balik kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki cara mengelola waktu, menghadapi tugas, dan menghargai waktu orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....