IMI Siap Kawal Indonesia Emas 2045 dengan 8 Pilar Gerakan

  • 13 Agt 2026 06:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Organisasi Masyarakat Irsyadul Madani Indonesia (IMI) resmi dideklarasikan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Deklarasi ditandai dengan penyerahan Dokumen No: 003/SP/DPP-IMI/VIII/2026.

Ormas ini berawal dari sebuah buku karya M. Ijudin Rahmat berjudul "Irsyadul Hayat". Deklarasi dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ir. Yadi Mulyadi, Ki Dalang Yoga Dede Amung Sutarya, Samsahril A. Arrasid, Yuni Widiawati, Rama Pratama Putra, S.T., KH. Ziki Abdul Halim, dan tokoh lainnya.

Ketua Harian IMI, Ir. Yadi Mulyadi menjelaskan, IMI lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa saat ini dan harapan besar menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Berangkat dari keprihatinan yang mendalam atas kondisi tersebut, serta harapan besar menyongsong Indonesia Emas 2045, lahirlah Irsyadul Madani Indonesia (IMI). IMI digagas oleh M. Ijudin Rahmat, SH, SHi, MH dan Dede Adriansyah, S.IP. Pada tanggal 12 Agustus 2026 ini kami resmi deklarasikan di Padalarang, Jawa Barat," ujar Yadi Mulyadi.

Nama Irsyadul Madani memiliki makna. "Irsyad" berarti bimbingan dan petunjuk menuju kebaikan. "Madani" berarti masyarakat yang berkeadaban dan bermartabat seperti peradaban Madinah. Sementara "Indonesia" menegaskan komitmen kebangsaan: NKRI Harga Mati, Pancasila sebagai asas, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa.

Sekretaris Jenderal IMI, sekaligus dosen ilmu pemerintahan universitas galuh, Yuni Widiawati, S.IP., M.IP., menyampaikan alasan bergabung dalam IMI karena ormas ini menaruh perhatian khusus pada aspek bernegara, bermasyarakat, hukum, sosial, dan pemerintahan, khususnya pentingnya integritas.

"Kami sepakat untuk bergabung dengan IMI sebab tujuannya yaitu menaruh perhatian khusus pada semua aspek bernegara bermasyarakat hukum sosial dan pemerintah yaitu lemah kesadaran sendiri tentang betapa pentingnya integritas," kata Yuni.

Yuni menyoroti kondisi faktual bangsa hari ini. Berdasarkan data BPS 2024, angka pengangguran terbuka masih 5,32% dengan dominasi usia muda. Data KPAI mencatat kasus kenakalan remaja, bullying, dan narkoba naik 23% dalam 3 tahun. BNN mencatat 3,3 juta jiwa terpapar narkoba, 70% usia 15-35 tahun.

"Indonesia hari ini berada di persimpangan jalan sejarah. Kaya secara sumber daya, namun miskin keteladanan. Maju secara teknologi, namun rapuh secara karakter," tegasnya.

Untuk menjawab itu, IMI akan bergerak melalui 8 pilar utama:

  1. IMI INSAN : Pembinaan akhlak dan spiritualitas
  2. IMI EDU & IMI MUDA : Pendidikan, beasiswa, dan pelatihan
  3. IMI FAMILY : Penguatan ketahanan keluarga dan parenting
  4. IMI BERDAYA : Pemberdayaan ekonomi, UMKM dan koperasi
  5. IMI PEDULI : Gerakan sosial, kemanusiaan dan kebencanaan
  6. IMI REINTEGRASI : Pembinaan warga binaan pemasyarakatan
  7. IMI DIGITAL : Literasi digital dan inovasi teknologi
  8. IMI OKK : Organisasi, kaderisasi dan keanggotaan

Ketua OKK IMI, Saca, menegaskan IMI tidak ingin menjadi ormas yang ramai seremonial. "IMI lahir untuk menjadi gerakan pembinaan manusia yang fokus pada tiga hal: Merangkul Jiwa, Membangun Insan, dan Menghidupkan Peradaban."

Beberapa pembeda IMI dengan ormas lain:

  1. Inklusif dan Humanis : Merangkul semua tanpa membedakan latar belakang, termasuk warga binaan
  2. Fokus Pembinaan Insan : Orientasi pada kualitas manusia, bukan sekadar kuantitas anggota
  3. Profesional dan Berkelanjutan : Dikelola manajemen modern dan laporan keuangan transparan
  4. Berorientasi Jangka Panjang: Punya roadmap 20 tahun 2026-2045 menuju Transformasi Peradaban

Visi IMI 2045 adalah menjadi ormas nasional yang terpercaya dalam membina masyarakat untuk melahirkan insan Indonesia yang beriman, berakhlak, berilmu, mandiri, produktif, berkeadaban, dan berdaya saing.

"IMI tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita mulai dari satu jiwa kita rangkul. Dari satu keluarga kita kuatkan. Dari satu komunitas kita gerakkan. Dari Indonesia kita bangun peradaban," ajak Saca.

Irsyadul Madani Indonesia - Merangkul Jiwa, Membangun Insan, Menghidupkan Peradaban. Bersatu, Beriman, Beradab, Indonesia Maju. Menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....