Kebiasaan Sepele yang Bikin Blender Cepat Rusak, Banyak Orang Melakukannya

  • 28 Jul 2026 12:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Blender menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir selalu digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari membuat jus buah, menghaluskan bumbu masakan, hingga mengolah adonan makanan, alat ini mampu menghemat waktu dan tenaga.

Sayangnya, tidak sedikit blender yang mengalami kerusakan lebih cepat dari usia pakainya. Penyebabnya bukan selalu karena kualitas produk yang kurang baik, melainkan kebiasaan penggunaan yang keliru dan sering dilakukan tanpa disadari.

Agar blender tetap berfungsi optimal dan memiliki umur pakai lebih lama, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari. Berikut ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber, termasuk dari laman advance digitals.

1. Mengisi Tabung Blender Terlalu Penuh

Banyak orang berpikir mengisi tabung hingga penuh dapat mempercepat proses pekerjaan. Padahal, kebiasaan ini justru membuat motor bekerja lebih keras karena harus memutar bahan dalam jumlah berlebihan.

Akibatnya, mesin lebih cepat panas, putaran pisau menjadi kurang maksimal, dan risiko kerusakan pada motor meningkat. Sebaiknya isi tabung blender sekitar dua pertiga dari kapasitasnya agar proses pencampuran berlangsung lebih efektif.

2. Menghaluskan Bahan Keras Tanpa Tambahan Cairan

Memasukkan es batu berukuran besar, kacang-kacangan, atau bahan keras lainnya tanpa tambahan cairan merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi. Kondisi tersebut membuat pisau dan motor menerima beban yang jauh lebih besar.

Tambahkan sedikit air, susu, atau cairan lain sesuai kebutuhan agar bahan lebih mudah diproses. Selain menghasilkan tekstur yang lebih halus, cara ini juga membantu menjaga performa motor blender.

3. Menyalakan Blender Terlalu Lama Tanpa Jeda

Mengoperasikan blender terus-menerus dalam waktu yang lama dapat menyebabkan suhu motor meningkat secara signifikan. Jika dilakukan berulang kali, komponen mesin berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Gunakan blender secara bertahap dengan memberikan jeda beberapa detik setiap kali penggunaan. Cara sederhana ini membantu motor tetap dingin dan memperpanjang usia pakai alat.

4. Mengabaikan Posisi Tutup Tabung

Tutup blender yang tidak terpasang dengan benar bukan hanya berisiko membuat isi tabung tumpah, tetapi juga dapat mengganggu proses pencampuran bahan.

Pastikan tutup terkunci rapat sebelum menyalakan mesin. Langkah ini membuat blender bekerja lebih stabil sekaligus menjaga keamanan saat digunakan.

5. Tidak Membersihkan Blender Setelah Digunakan

Sisa makanan yang menempel pada pisau, tabung, maupun bagian bawah blender dapat mengeras jika dibiarkan terlalu lama. Penumpukan kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja pisau dan membuat motor bekerja lebih berat.

Biasakan membersihkan blender segera setelah selesai digunakan menggunakan air hangat dan sabun cuci. Selain menjaga kebersihan, cara ini membantu mempertahankan ketajaman pisau dan mencegah timbulnya bau tidak sedap.

Selain menghindari kebiasaan di atas, gunakan blender sesuai kapasitas dan fungsi yang dianjurkan oleh pabrikan. Hindari memaksa blender mengolah bahan yang tidak sesuai spesifikasinya, serta lakukan pemeriksaan rutin pada pisau, karet seal, dan kabel listrik untuk memastikan semuanya tetap dalam kondisi baik.

Blender yang cepat rusak umumnya bukan disebabkan oleh kualitas produk, melainkan pola penggunaan yang kurang tepat. Dengan menghindari kebiasaan seperti mengisi tabung terlalu penuh, menghaluskan bahan keras tanpa cairan, mengoperasikan mesin terlalu lama, mengabaikan posisi tutup, serta malas membersihkannya setelah dipakai, umur blender dapat menjadi lebih panjang.

Perawatan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten akan membantu menjaga performa blender tetap optimal. Dengan begitu, alat dapur andalan ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa sering mengalami kerusakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....