Buya Yahya Bagikan Dua Cara Menjaga Hati dan Meningkatkan Kualitas Diri

  • 24 Jul 2026 10:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pendakwah KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya membagikan dua cara yang dapat dilakukan umat Islam untuk menjaga kebersihan hati sekaligus meningkatkan kualitas diri. Pesan tersebut disampaikan dalam video berjudul 2 Tips Sukses Menjaga Hati dan Meningkatkan Kualitas Diri yang diunggah melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya mengatakan bahwa seseorang perlu memiliki cara pandang yang benar terhadap dua kelompok manusia, yaitu orang yang pernah berbuat zalim kepada dirinya dan orang yang sedang terjerumus dalam kemaksiatan. Menurutnya, cara memandang kedua kelompok tersebut sangat berpengaruh terhadap kebersihan hati seseorang.

Untuk orang yang pernah menyakiti atau berbuat zalim, Buya Yahya mengajak agar membalasnya dengan sikap memaafkan. Ia menjelaskan bahwa memelihara dendam justru akan menyiksa diri sendiri dan berpotensi melahirkan penyakit hati lainnya.

"Capek membenci itu. Ngedendam itu capek. Orang benci, dendam itu capek. Hidupnya capek," ujar Buya Yahya.

Selain memaafkan, Buya Yahya juga menganjurkan umat Islam untuk mendoakan orang yang pernah menyakiti dirinya serta tetap berbuat baik kepadanya. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan saling memberi hadiah karena dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.

Menurut Buya Yahya, memberikan hadiah kepada orang yang sedang dibenci justru dapat membantu meredakan amarah dan menghilangkan dendam di dalam hati. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu cara untuk membersihkan hati dari kebencian.

Pesan kedua yang disampaikan Buya Yahya adalah mengubah cara memandang orang yang melakukan maksiat. Ia mengingatkan agar tidak memandang mereka dengan rasa lebih baik atau merendahkan, melainkan dengan kasih sayang serta doa agar memperoleh hidayah dari Allah SWT.

"Kalau Anda bisa memandang orang-orang yang bermaksiat dengan pandangan kasih sayang, maka Anda sukses," kata Buya Yahya.

Ia menjelaskan bahwa melihat orang lain terjerumus dalam kemaksiatan seharusnya menimbulkan rasa sedih, bukan kegembiraan ataupun cibiran. Menurutnya, seorang Muslim dianjurkan mendoakan saudaranya agar diberikan ampunan dan petunjuk oleh Allah SWT.

Pada akhir ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam menghindari sifat sombong, termasuk merasa lebih baik karena ibadah yang dilakukan. Ia mencontohkan kesombongan Iblis yang merasa lebih mulia daripada Nabi Adam AS sebagai pelajaran agar tidak merendahkan siapa pun.

Melalui dua pesan tersebut, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk membangun hati yang penuh kasih sayang, mudah memaafkan, gemar mendoakan sesama, serta menjauhi sifat sombong agar hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia semakin baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....