Inilah Kebiasaan Buruk saat Mengemudi yang Bisa Membuat Mobil Cepat Rusak
- 24 Jul 2026 10:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Merawat mobil tidak cukup hanya dengan rutin melakukan servis berkala atau mengganti oli sesuai jadwal. Cara mengemudi juga memiliki peran penting dalam menjaga performa mesin dan memperpanjang usia kendaraan. Banyak pengendara yang tanpa sadar melakukan kebiasaan buruk saat berkendara.
Meski terlihat sepele, kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan pada berbagai komponen mobil, mulai dari mesin, sistem pengereman, suspensi, hingga ban. Jika dibiarkan terus-menerus, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pun bisa jauh lebih besar.
Berikut empat kebiasaan mengemudi yang sebaiknya dihindari agar mobil tetap awet dan nyaman digunakan.Dikutip dari laman gofleet.id :
1. Langsung Menjalankan Mobil Setelah Mesin Dinyalakan
Sebagian orang terbiasa langsung menginjak pedal gas sesaat setelah mesin mobil dinyalakan. Padahal, mesin membutuhkan waktu sejenak agar oli dapat bersirkulasi secara optimal ke seluruh komponen yang bergerak.
Memberikan waktu sekitar 30 detik hingga satu menit sebelum mobil dijalankan dapat membantu pelumasan mesin bekerja lebih maksimal. Setelah itu, berkendaralah secara perlahan hingga suhu kerja mesin mencapai kondisi ideal.
2. Menghantam Lubang dan Polisi Tidur dengan Kecepatan Tinggi
Menerjang jalan berlubang atau polisi tidur tanpa mengurangi kecepatan merupakan salah satu penyebab kerusakan pada kaki-kaki mobil. Benturan keras dapat mempercepat keausan suspensi, velg, ban, hingga sistem kemudi.
Selain itu, bagian bawah kendaraan seperti knalpot dan komponen pelindung mesin juga berisiko mengalami benturan. Oleh karena itu, selalu kurangi kecepatan saat melewati jalan yang tidak rata agar komponen kendaraan tetap terjaga.
3. Terlalu Sering Melakukan Pengereman Mendadak
Pengereman secara mendadak memang terkadang tidak dapat dihindari dalam kondisi darurat. Namun, jika dilakukan karena kebiasaan berkendara yang kurang antisipatif, hal tersebut dapat mempercepat keausan kampas rem dan cakram.
Tidak hanya itu, ban juga akan menerima beban yang lebih besar sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi cara terbaik untuk mengurangi kebutuhan melakukan pengereman mendadak.
4. Langsung Mematikan Mesin Setelah Perjalanan Jauh
Setelah mobil digunakan dalam perjalanan, suhu mesin biasanya masih cukup tinggi. Mematikan mesin secara langsung, terutama setelah perjalanan jauh atau melewati medan berat, kurang baik bagi performa mesin dalam jangka panjang.
Sebaiknya biarkan mesin menyala dalam kondisi idle selama sekitar satu menit agar suhu dan sirkulasi oli kembali stabil sebelum mesin dimatikan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga daya tahan komponen mesin.
Rawat Mobil Dimulai dari Cara Berkendara
Menjaga mobil tetap awet bukan hanya soal perawatan di bengkel, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan pengemudinya. Mengemudi dengan tenang, menghindari benturan keras, tidak sering melakukan pengereman mendadak, serta memperlakukan mesin dengan benar akan membantu memperpanjang usia kendaraan.
Dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, performa mobil akan tetap optimal, biaya perawatan dapat ditekan, dan perjalanan pun menjadi lebih aman serta nyaman.
jika
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....