Jejak Abadi KLA Project di Belantika Musik Indonesia

  • 30 Jun 2026 22:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Di belantika musik Indonesia, nama KLA Project menempati posisi grup musik yang ada selalu dihati, terutama bagi generasi tahun kelahiran tahun 1970 dan 1980an . Band yang dibentuk pada akhir era 1980-an ini dikenal sebagai salah satu pelopor musik pop sophisticated, art pop, dan new wave yang memadukan lirik puitis mendalam dengan aransemen musik yang kaya dan modern pada zamannya.

Eksistensi mereka membuktikan bahwa musik pop tidak selalu harus sederhana; di tangan KLA Project, pop bisa menjadi sebuah karya seni yang megah, elegan, sekaligus abadi (timeless).

Sejarah Singkat dan Formasi

KLA Project resmi dibentuk pada tahun 1988 di Jakarta. Nama "KLA" sendiri diambil dari inisial para personel pendirinya, yaitu:

  • Katon Bagaskara (Vokal utama, Bass, Gitar akustik)
  • Lilo / Romulo Radjadin (Gitar, Vokal latar)
  • Adi Adrian (Keyboard, Piano, Synthesizer)
  • (Serta Ari Burhani pada drum, yang kemudian keluar setelah album ketiga).

Kehadiran mereka di industri musik tanah air langsung mencuri perhatian lewat singel perdana mereka, "Tentang Kita", yang masuk dalam album kompilasi 10 Bintang Nusantara pada tahun 1988. Lagu tersebut sukses besar dan menjadi cetak biru bagi warna musik KLA Project ke depannya.

Karakteristik Musik: Keharmonisan Lirik dan Sintetis

Apa yang membuat KLA Project begitu unik dan berbeda dari band pop era 90-an lainnya?

  1. Lirik Puitis Kebarat-baratan yang Lokal: Katon Bagaskara dikenal sebagai penulis lirik yang genius. Ia kerap menggunakan pilihan kata yang tidak biasa, metaforis, dan sangat romantis, namun tidak terkesan klise atau cengeng.
  2. Eksplorasi Keyboard dan Synthesizer: Adi Adrian memberikan sentuhan magis lewat permainan synthesizer yang megah dan inventif. Musik KLA terasa penuh atmosfer, memberikan ruang bagi pendengar untuk berimajinasi.
  3. Sentuhan Rock dan Funk dari Lilo: Permainan gitar Lilo yang adaptif memberikan energi dan ketajaman tersendiri, menjaga agar musik KLA tetap dinamis dan tidak membosankan.

Mahakarya yang Abadi

Sepanjang kariernya, KLA Project telah melahirkan banyak lagu yang kini berstatus sebagai anthem romantis lintas generasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • "Yogyakarta": Lebih dari sekadar lagu, ini adalah sebuah potret kebudayaan dan kerinduan. Lagu ini berhasil menangkap atmosfer romantis dan magis kota Jogja dengan sangat sempurna, menjadikannya salah satu lagu bertema kota terbaik di Indonesia.
  • "Tak Bisa Lain Ke Lain Hati": Sebuah lagu cinta ikonik dengan melodi yang manis namun megah, menggambarkan kesetiaan yang mendalam.
  • "Terpuruk Ku Di Sini": Menampilkan aransemen yang agak gelap, progresif, dan emosional, menunjukkan kedewasaan musikalitas mereka.
  • "Menjemput Impian": Lagu bernada optimis dengan balutan musik up-beat yang membakar semangat namun tetap elegan.

Warisan dan Pengaruh

KLA Project bukan hanya sekadar band yang menjual jutaan kopi album, tetapi mereka adalah trendsetter. Mereka membuktikan bahwa pasar musik Indonesia siap menerima musik yang diproduksi dengan kecerdasan tinggi dan detail yang rumit. Pengaruh aransemen mereka banyak diadopsi oleh musisi-musisi pop dan indie generasi setelahnya.

Meski sempat mengalami pasang surut formasi dan hiatus, kecintaan para personel terhadap musik menyatukan mereka kembali. Konser-konser reuni mereka selalu dipenuhi oleh para "KLAnis" (sebutan bagi penggemar KLA Project) yang merindukan magisnya panggung pop progresif tanah air. KLA Project adalah bukti nyata bahwa kualitas akan selalu menang melawan waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....