Lubang Biopori Solusi Banjir di Masa Kini

  • 31 Mei 2026 17:18 WIB
  •  Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) kini menjadi primadona warga perkotaan untuk mengatasi genangan air hujan secara mandiri. Berdasarkan pantauan lapangan, ribuan titik biopori mulai dipasang secara serentak di berbagai pemukiman padat penduduk.

Dosen Peneliti Yuliarti Ramli dari Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) mengungkapkan bahwa biopori sangat efektif menjaga ketersediaan air tanah. Ia menegaskan dalam risetnya tahun 2026 bahwa struktur tanah menjadi lebih gembur berkat aktivitas fauna di dalam lubang.

Proses pembuatan diawali dengan melubangi tanah sedalam satu meter menggunakan bor tanah manual yang praktis. Akademisi Kesehatan Lingkungan Indah Witdya Akbarini dalam JUKEMAS (2026) menjelaskan bahwa diameter lubang yang ideal berkisar antara 10 hingga 30 centimeter.


Agar lubang tidak mudah tertutup tanah, pemasangan pipa PVC yang telah dilubangi menjadi langkah teknis yang sangat disarankan. Inovasi ini memastikan aliran air masuk dengan lancar tanpa merusak struktur dinding lubang resapan tersebut.
Selanjutnya, lubang wajib diisi dengan sampah organik seperti sisa sayuran dan dedaunan kering sebagai umpan biota tanah. Peneliti Multidisiplin Zevania dalam Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (2026) menyebutkan bahwa sampah ini akan berubah menjadi kompos berkualitas tinggi.

Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh dengan membagikan ribuan bibit pipa biopori kepada masyarakat di zona merah banjir. Langkah preventif ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan secara signifikan sebelum memasuki puncak musim penghujan mendatang.

Pemanfaatan biopori terbukti menjadi solusi murah yang memberikan dampak besar bagi kelestarian ekosistem lingkungan hidup kita. Mari kita mulai membuat lubang biopori di halaman rumah untuk menyelamatkan masa depan cadangan air tanah.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....