Saat Sang Cobra Menutup Mata, Mahawarman Kehilangan Penjaga Terbaiknya
- 23 Apr 2026 20:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pagi itu, Rabu 22 April 2026 pukul 07.05 WIB, suasana Bandung terasa berbeda. Seolah ada keheningan yang turun perlahan bersama kabar duka dari Rumah Sakit Hasan Sadikin. Rochmat Surjawan bin Suparman, yang dikenal luas dengan nama Wawan Cobra, telah berpulang ke rahmatullah setelah lebih dari satu bulan berjuang melawan sakit.
Bagi keluarga, ini kehilangan seorang ayah, saudara, dan orang tercinta. Namun bagi keluarga besar Menwa Jawa Barat dan Corps Mahawarman, hari itu adalah hari ketika satu lagi sosok terbaik dipanggil pulang.
Nama Wawan Cobra hidup dalam banyak cerita. Ia bukan sekadar senior, bukan hanya anggota Menwa Unpas Bandung yang tergabung dalam Batalyon IV/Gab Corps Mahawarman.
Ia adalah lambang pengabdian, keberanian, dan kerendahan hati yang kini semakin sulit ditemukan. Julukan “Cobra” melekat pada dirinya karena keahlian langka yang dimiliki: mengendalikan berbagai jenis ular.
Namun sesungguhnya, bukan ular yang paling berhasil ia jinakkan. Ia mampu menaklukkan rasa takut, menenangkan kepanikan, dan menumbuhkan keberanian pada para juniornya. Dalam setiap latihan survival, ia mengajarkan bahwa keberanian bukan berarti tak punya takut, tetapi mampu berdiri tegak meski ketakutan datang.

Di mata banyak orang, Wawan Cobra adalah sosok yang disegani. Namun mereka yang mengenalnya lebih dekat tahu, di balik wibawanya tersimpan hati yang lembut.
Ia hormat kepada senior, menyayangi junior, dan selalu hadir tanpa diminta ketika ada yang membutuhkan. Iwan Gumilar, atau yang akrab disapa Gumi, anggota Corps Mahawarman Kompie B Unisba, mengenang almarhum dengan suara bergetar.
"Beliau itu sosok yang sangat kami banggakan dan disegani, meski almarhum senior Mahawarman, beliau selalu menyapa dengan sopan. Bahkan ke saya selalu memanggil ‘Pak Iwan’. Itu yang bikin saya terharu, senior sebesar beliau, tapi rendah hati sekali,"ucapnya.
Bagi Gumi dan banyak kader lain, penghormatan dari seorang senior seperti Wawan Cobra bukan sekadar sapaan. Itu adalah pelajaran tentang adab, tentang bagaimana kebesaran seseorang justru terlihat dari caranya menghargai orang lain.
Tak sedikit orang hebat dikenang karena jabatan. Namun Wawan Cobra akan dikenang karena sikapnya. Kini lelaki yang selama hidupnya menjadi pelindung itu akhirnya beristirahat.
Di TPU Sirnaraga, Kota Bandung, langkah para sahabat yang mengantarnya terasa berat. Sebagian menahan tangis, sebagian hanya mampu menatap tanah merah dengan mata basah. Sebab mereka tahu, yang mereka makamkan hari itu bukan hanya seorang manusia, tetapi satu generasi keteladanan.
Barak akan terasa lebih sepi. Tenda latihan akan terasa berbeda. Jalur-jalur survival akan kehilangan sosok yang dulu paling tenang saat semua orang panik. Selamat jalan, Wawan Cobra.
Engkau telah pulang, tetapi namamu akan tetap hidup dalam setiap cerita para junior, dalam setiap hormat para senior, dan dalam setiap doa orang-orang yang pernah kau jaga. “Orang baik tidak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di hati orang-orang yang ditinggalkan.”
Jaya Mahawarman sepanjang masa.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, melapangkan kuburnya, menghapus segala khilafnya, dan menempatkannya di surga terbaik.
Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....