Legenda Nyai Sumur Bandung: Harmoni Tradisi di Teater

  • 07 Apr 2026 15:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Nyai Sumur Bandung kembali hadir dalam Festival Kreasi Pagelaran Seni, yang diselenggarakan pada tanggal 7 April 2026 pukul 15.00 WIB, di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat. Pertunjukan ini menghidupkan kembali legenda "Nyai Sumur Bandung" dalam sebuah drama tari yang memadukan gerak ritmis, musik, dan kedalaman rasa.

Kisah ini bermula dari tanah yang basah oleh doa, menceritakan seorang putri bungsu Prabu Kidang Pananjung yang memeluk amanah suci untuk menjaga pusaka leluhur demi keseimbangan napas bumi.

Namun, di balik cahaya kemuliaan, bayang-bayang iri dan fitnah menari di hati kedua kakaknya, Rangga Wayang dan Langen Sari, yang tega menyerang demi merebut pusaka suci tersebut. Tragedi memuncak saat kedua kakak itu justru saling bertarung memperebutkan rampasan mereka hingga tewas akibat bentrokan energi pusaka yang dahsyat.

Dalam duka mendalam dan upaya menenangkan energi pusaka yang bergejolak, Nyai Sumur Bandung memilih mengasingkan diri ke kesunyian hutan Ujungberung, menjadi sosok yang lentur bak bambu namun kuat laksana karang.

Perjalanan sang putri semakin terjal saat fitnah kejam dari permaisuri tua, Nimbang dan Waringin, menukar bayinya dengan monyet hitam hingga ia diusir oleh suaminya, Raja Munding Keling. Bertahun-tahun kemudian, ketidakadilan tersebut membawa kutukan berupa kekeringan hebat dan wabah yang melanda kerajaan sebagai hukuman semesta.

Di tengah keputusasaan, sang raja yang penuh penyesalan akhirnya mencari dan memohon ampun kepada Nyai Sumur Bandung, sang perempuan yang meski tersakiti, tetap memiliki kasih yang tak terbatas bagi sesama.

Puncak dari pagelaran ini menggambarkan kekuatan dari luka yang berubah menjadi mata air kehidupan bagi jiwa-jiwa yang haus akan kebijaksanaan. Dari tangan Nyai Sumur Bandung mengalir air suci yang memulihkan bumi, melambangkan kesetiaan dan keteguhan perempuan Sunda dalam menjaga keseimbangan alam.

Nyai memilih untuk tetap menyatu dengan alam di tempat pertapaannya, meninggalkan warisan abadi berupa "Sumur Bandung" sebagai simbol kesucian yang tak pernah kering dan cermin bagi kebaikan hati yang melampaui segala penderitaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....