Jembarwangi, Desa Purba di Sumedang
- 30 Mar 2026 15:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Setiap munculnya nama daerah hampir selalu berkaitan dengan munculnya legenda yang dalam bahasa sunda di sebut Sasakala. Meskipun sebenarnya tidak ada bukti yang mendukung akan kebenaran legenda tersebut, namun bagi masyarakat tradisional hal itu terkadang menjadi sesuatu yang dipercaya dan di yakini sehingga menjadi cerita turun temurun.
Begitu pula dengan sasakala kelahiran Desa Jembarwangi. Meskipun tidak ada bukti sejarah yang dapat mendukung kebenarannya, namun banyak versi yang bercerita tentang kelahiran nama jembar wangi.
Desa ini merupakan desa terpencil yang berada di ujung timur Kabupaten Sumedang dan merupakan desa yang paling ujung di Kecamatan Tomo, berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatigede dan Kabupaten Majalengka.
Desa Jembarwangi merupakan desa pamekaran dari Desa Darmawangi sebagai desa induk dari Desa Jembarwangi pada tahun 1983. Konon kabarnya nama Jembarwangi nama pemberian dari kepala desa pertama yaitu Ebe Suganda (Alm), yang memilih nama tersebut dengan harapan Jembarwangi akan menjadi desa maju dan terkenal karena wanginya.
Kondisi geografis Desa Jembarwangi merupakan daerah perbukitan dengan luas wilayah 560,57 hektar yang 20 persen diantaranya merupakan pemukiman. Sedangkan 50 persen pesawahan dan sisanya berupa hutan.
Desa Jembarwangi sepintas seperti desa pada umumnya. Namun siapa sangka, ternyata di desa ini banyak ditemukan benda dan fosil purbakala.
Fosil yang disimpan di kantor desa saja, diantaranya ada fosil potongan kepala rusa, fosil gigi buaya, fosil stegodon, fosil kayu purba dan fosil kura-kura. Sementara fosil lainnya, ada yang disimpan di kantor Disparbudpora Sumedang, ITB, Balai Arkeologi BRIN Bandung dan Museum Geologi Bandung.
Disana juga ditemukan fosil kura-kura dan buaya purba dan Fosil itu ditemukan oleh warga di sebuah perbukitan di lahan milik pribadi, tepatnya di kawasan Lembah Cisaar, Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Sungai Cisaar yang konon katanya adalah sungai purba dimana ditemukannya fosil jenis kura-kura air tawar yang hidup sekitar 1,2 juta tahun lalu.
Tim ekskavasi yang terdiri dari petugas Bidang Kebudayaan Sumedang, peneliti dari Balai Arkeologi BRIN Bandung, peneliti dari Badan Geologi dan Paleontologi Kementerian ESDM beserta dibantu warga pada saat itu terus berupaya mengangkat fosil-fosil yang masih tertanam di permukaan tanah. Wilayah Desa Jembarwangi, merupakan salah satu daerah di Kabupaten Sumedang, yang sedang diteliti oleh Badan Geologi dan Balai Arkeologi Bandung.
Kegiatan penelitian tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), dan sengaja dilakukan dalam upaya mengungkap dugaan adanya warisan cagar budaya yang berbentuk fosil purba. Tidak hanya di Desa Jembarwangi saja fosil-fosil ini di temukan, di Desa Darmawangi juga telah ditemukan Fosil jenis binatang laut,
Salah satunya, fosil gigi hiu, stegodon (gajah purba), kerang moluska, dan fosil berbentuk batu yang diduga mirip perkakas hidup manusia di masa peradaban pra aksara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....