Memaknai Silaturahmi Sebagai Bentuk Penyampaian Kepedulian Kepada Sesama

  • 26 Mar 2026 06:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat tinggi. Dalam program “Mutiara Pagi” yang disiarkan oleh Pro 1 RRI Bandung, KH Asep Anom, S.Ag., M.Sos menyampaikan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki dampak luas bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang berarti menyambung dan rahim yang berarti hubungan kekerabatan. Namun secara makna yang lebih luas, silaturahmi tidak hanya terbatas pada keluarga, melainkan juga mencakup hubungan dengan sesama manusia, tetangga, sahabat, bahkan masyarakat secara umum.

Salah satu keutamaan silaturahmi yang paling utama adalah memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. KH Asep Anom menegaskan bahwa makna “panjang umur” tidak hanya secara kuantitas, tetapi juga kualitas kehidupan yang penuh keberkahan.

"Selain itu, silaturahmi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan menghapus permusuhan. Dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks, hubungan antar manusia sering kali diwarnai kesalahpahaman,"ucapnya Kamis 26 Maret 2026.

Melalui silaturahmi, hati yang keras dapat menjadi lunak, dan hubungan yang renggang dapat kembali terjalin dengan baik. Dia juga mengingatkan bahwa memutus silaturahmi adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga secara spiritual, seperti terhambatnya doa dan berkurangnya keberkahan hidup. Oleh karena itu, menjaga silaturahmi harus menjadi prioritas dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam praktiknya, silaturahmi tidak harus selalu dilakukan dengan kunjungan fisik. Di era modern ini, komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media seperti telepon dan pesan singkat.

Namun demikian, pertemuan langsung tetap memiliki nilai lebih karena dapat mempererat ikatan emosional secara lebih mendalam. Di akhir tausiyahnya, KH Asep Anom mengajak para pendengar untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan silaturahmi, dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian meluas ke masyarakat.

Dengan silaturahmi, kehidupan akan menjadi lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan diridhai oleh Allah SWT. "Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu menjaga tali silaturahmi dan meraih keberkahan dalam setiap langkah kehidupan, Aamiin,"pungkas dia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....