Tiga Golongan yang Dijauhkan Rahmat Allah, Apa Saja?
- 24 Mar 2026 11:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID , Bandung - Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari sahabat Abu Hurairah r.a. kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam mengenai nilai waktu dan kesempatan dalam meraih rahmat Allah SWT. Dalam ajaran Islam, rahmat merupakan kasih sayang tertinggi dari Sang Pencipta yang menjadi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Namun, terdapat peringatan keras mengenai adanya tiga golongan manusia yang justru terancam dijauhkan dari rahmat tersebut.
Pesan spiritual ini pernah disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW saat beliau berada di atas mimbar. Ustad Asep Anom, S.Ag., M.Sos., dalam Dialog Mutiara Pagi yang disiarkan Pro 1 pada Selasa 17 Maret 2026. menjelaskan bahwa saat itu Rasulullah mengucapkan kata "Amin" sebanyak tiga kali yang memancing rasa penasaran para sahabat. "Ada sahabat yang bertanya, ya Rasulullah kenapa engkau tadi ketika naik mimbar saya mendengar engkau mengucapkan amin sampai tiga kali," ujar Asep
Anom mengisahkan momen tersebut.
Ternyata, ucapan amin dari lisan mulia Nabi Muhammad SAW merupakan respons terhadap doa yang dipanjatkan oleh Malaikat Jibril. Asep Anom mengungkapkan bahwa doa Malaikat Jibril tersebut merujuk pada golongan manusia yang lalai dalam menjalankan kewajiban serta kurang memberikan penghormatan terhadap simbol-simbol utama dalam ajaran Islam. Kelalaian ini berujung pada konsekuensi berat, yakni dijauhkan dari rahmat Allah SWT.
Golongan pertama yang menjadi perhatian adalah orang yang berkesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan, namun tidak berhasil mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Ustad Asep Anom menegaskan bahwa kerugian besar ini dialami oleh mereka yang tidak serius dalam beribadah. "Hal ini terjadi karena ia tidak menjalankan ibadah puasa dan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT secara terang-terangan," jelasnya.
Fenomena ini sangat disayangkan mengingat Ramadhan sejatinya adalah momentum emas dan "lautan ampunan" bagi setiap Muslim. Kurangnya kesungguhan dalam memperbaiki diri serta keengganan untuk meninggalkan maksiat membuat kesempatan berharga tersebut terlewat sia-sia. Padahal, ampunan yang didapatkan di bulan Ramadhan merupakan modal utama untuk menjadi pribadi yang lebih bertaqwa di bulan-bulan berikutnya.
Selanjutnya, golongan kedua adalah mereka yang masih memiliki orang tua namun tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk berbakti. Dalam ajaran Islam, orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Bapak Asep Anom mengingatkan bahwa selama orang tua masih hidup, setiap anak memiliki kemampuan dan kesempatan emas untuk meraih ridha Allah melalui pengabdian kepada mereka. Menelantarkan atau tidak berbuat baik kepada orang tua adalah kerugian nyata di dunia dan akhirat.
Terakhir, golongan ketiga yang terancam dijauhkan dari rahmat adalah mereka yang mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebutkan, tetapi enggan bershalawat kepadanya. Hal ini dianggap sebagai bentuk kekikiran hati dan kurangnya rasa cinta kepada pembawa risalah Islam. Dengan merenungkan ketiga poin tersebut, umat Islam diharapkan mampu mengevaluasi diri agar tidak termasuk dalam golongan yang merugi dan senantiasa berada dalam dekapan rahmat Allah SWT.
Penulis: Shinta Febby Fitriyanti
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....