Nagreg, Jalur Penghubung Kota sejak Masa Hindia Belanda
- 20 Mar 2026 14:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Siapa yang tidak mengenal jalur Nagreg? Wilayah di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut ini sudah populer sejak masa Hindia Belanda sebagai penghubung Bandung-Priangan Timur.
Arsip surat kabar kolonial De Preanger-bode pada awal abad ke-20 mencatat Nagreg sebagai percabangan jalan yang ramai dilalui. Jalur ini difungsikan untuk perjalanan dagang, pos, serta mobilitas pekerja perkebunan di wilayah Priangan.
Perkembangan jalur ini berkaitan dengan pembangunan jaringan jalan besar di Pulau Jawa pada awal abad ke-19. Pembangunan dilakukan masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808–1811) yang membuka jalan agar terhubung dengan kota lain.
Pada masa kolonial hingga awal abad ke-20, kondisi jalan di Nagreg masih sempit dan mengikuti kontur pegunungan. Melansir Direktorat Jenderal Bina Marga, sebelum 1930-an Nagreg masih berupa jalan tanah, kemudian diperlebar ketika kendaraan bermotor digunakan.
Seiring perkembangan transportasi darat pascakemerdekaan, Nagreg menjadi simpul penting perjalanan dari Bandung menuju Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah. Medannya yang curam membuat tanjakan Nagreg terkenal di kalangan pengemudi, bahkan sering menjadi titik kemacetan saat mudik Lebaran.
Untuk mengurangi kemacetan di jalur lama, pemerintah kemudian membangun jalur baru yang dikenal sebagai Lingkar Nagreg. Pembangunan jalan alternatif ini dilakukan sekitar 2007. Lingkar Nagreg memiliki panjang sekitar lima hingga enam kilometer dengan konstruksi yang memotong perbukitan di kawasan tersebut. Melansir Direktorat Bina Marga, proyek ini menelan anggaran ratusan miliar rupiah untuk penguatan lereng serta pembangunan struktur jalan.
Salah satu bagian paling dikenal dari Lingkar Nagreg adalah terowongan jalan yang menembus bukit. Terowongan ini mulai direncanakan sekitar tahun 2009 guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur lama.
Di sepanjang jalur Nagreg, pengendara juga mengenal beberapa titik istirahat sederhana yang cukup populer. Kawasan Warung Lahang Nagreg dan deretan warung di sekitar persimpangan Jalan Cagak Nagreg menjadi tempat pengemudi berhenti sejenak.
Di sisi lain, terdapat beberapa masjid yang menjadi tempat singgah musafir, seperti Masjid Besar Nagreg dan masjid-masjid lainnya. Hingga saat ini, Nagreg tetap menjadi jalur penting transportasi di Jawa Barat, sekaligus jalan dengan panorama yang indah.
Penulis : Sonia Permata Surya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....