Serangan terhadap Aktivis Kontras Disorot Koalisi Masyarakat Sipil Tasikmalaya

  • 18 Mar 2026 13:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Koalisi Masyarakat Sipil Tasikmalaya mengecam keras serangan brutal yang menimpa aktivis Kontras Andrie Yunus, beberapa waktu lalu. Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mengancam ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Ketua Solidaritas Jaringan Antarumat Beragama (Sajajar), Usama Ahmad Rizal, mengatakan, serangan terhadap aktivis merupakan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi. Menurutnya, tindakan kekerasan seperti ini berpotensi membungkam suara kritis masyarakat sipil.

“Serangan ini adalah alarm serius bagi kita semua. Jika aktivis dibungkam dengan kekerasan, maka yang terancam bukan hanya individu, tetapi masa depan demokrasi itu sendiri,” kata Rizal, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia juga menambahkan, negara tidak boleh abai terhadap keselamatan para pejuang keadilan.“Negara harus hadir secara nyata. Tidak cukup hanya mengutuk, tetapi harus menjamin perlindungan dan memastikan pelaku ditangkap serta diadili seadil-adilnya,” ujarnya.

Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zainda Usmana Aulia, mengatakan, kekerasan terhadap aktivis bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi.

“Kami berdiri bersama korban dan menolak segala bentuk kekerasan. Nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi di atas segala perbedaan,” ungkap Zainda.

Ia menegaskan, solidaritas lintas kelompok menjadi penting dalam situasi seperti ini.

“Ini bukan hanya soal satu orang, tetapi soal keberanian kita bersama menjaga ruang kemanusiaan dan kebebasan sipil. Kita tidak boleh diam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika, Asep Rizal Asyari, menilai peristiwa tersebut mencederai semangat toleransi dan kebhinekaan yang selama ini dijaga.“Peristiwa ini mencederai semangat kebhinekaan dan toleransi. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan brutal seperti ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan,pembiaran terhadap kekerasan akan berdampak luas bagi kehidupan sosial.“Jika kekerasan dibiarkan, maka rasa aman masyarakat akan hilang. Ini berbahaya bagi persatuan dan keutuhan sosial kita,” ujarnya.

Koalisi Masyarakat Sipil Tasikmalaya juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional. Selain itu, menuntut negara untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para aktivis dan pembela hak asasi manusia.

Koalisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersolidaritas dan tidak takut bersuara dalam menghadapi segala bentuk kekerasan. Mereka menilai, keamanan dan kebebasan berekspresi merupakan hak dasar yang harus dijamin negara, dan setiap upaya pembungkaman melalui kekerasan adalah kemunduran bagi demokrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....