Usia Remaja Rentan Hadapi Krisis Identitas Diri

  • 13 Mar 2026 09:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Masa remaja sering dianggap sebagai fase yang penuh perubahan dalam kehidupan seseorang. Pada tahap ini, remaja mulai mencari jati diri serta berusaha memahami peran mereka dalam lingkungan sosial.

Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson dalam buku Childhood and Society, masa remaja berada pada tahap identity versus role confusion. Tahap ini merupakan periode ketika individu berusaha membangun identitas diri yang jelas dan stabil.

Krisis identitas biasanya muncul ketika remaja mulai mempertanyakan nilai hidup, tujuan masa depan, serta bagaimana mereka ingin dipandang oleh orang lain. Dalam proses tersebut, remaja sering mencoba berbagai peran sosial untuk menemukan gambaran diri yang paling sesuai.

Pengaruh lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pembentukan identitas remaja. Keluarga, teman sebaya, serta media sosial dapat memengaruhi cara remaja memahami diri mereka dan menentukan arah kehidupan yang ingin dijalani.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode eksplorasi identitas yang penting bagi perkembangan kepribadian. Pada fase ini, individu mulai mengembangkan nilai, keyakinan, dan tujuan hidup yang akan memengaruhi kehidupan mereka di masa dewasa.

Namun proses pencarian identitas tidak selalu berjalan mudah bagi setiap remaja. Ketika remaja merasa bingung terhadap peran sosial atau menghadapi tekanan dari lingkungan, kondisi tersebut dapat memunculkan konflik batin dan rasa tidak percaya diri.

Dalam buku Psikologi Perkembangan karya Elizabeth B. Hurlock dijelaskan bahwa masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cukup besar. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting agar remaja dapat melewati fase krisis identitas dengan lebih sehat dan positif.

Rekomendasi Berita