Hihid atau Kipas Tradisional Penyejuk Warisan Budaya Indonesia
- 03 Mar 2026 10:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID.Bandung - Hihid atau kipas tradisional merupakan alat sederhana yang telah lama digunakan masyarakat Indonesia untuk mengusir panas.Terbuat dari anyaman bambu atau bahan alami lainnya,hihid menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari,terutama didaerah pedesaan.Meski terlihat sederhana,benda ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang cukup panjang.
Sejak dahulu,hihid digunakan sebelum hadirnya kipas angin listrik dan pendingin ruangan.Pada masa lalu,masyarakat mengandalkan hihid untuk menyejukan disaat cuaca panas,ketika memasak didapur kayu,atau saat menghadiri acara adat.Fungsinya yang praktis membuatnya selalu tersedia disetiap rumah.
Bentuk hihid biasanya pipih dan melebar dengan gagang pendek dibagian bawah.Anyaman bambu yang rapat membuat angin yang dihasilkan terasa cukup kuat meski degerakan dengan tangan. Selain bambu,ada pula hihid yang dibuat dari rotan atau daun pandan kering yang dianyam rapi.
Dalam budaya Sunda dan beberapa daerah lain di Indonesia,hihid bukan sekedar alat penyejuk.Ia juga sering digunakan untuk membantu menyalakan api tungku saat memasak.Gerakan mengibaskan hihid pada bara api menjadi pemandangan akrab didapur tradisional,terutama saat menyiapkan hidangan untuk keluarga.
Seiring perkembangan zaman,keberadaan hihid mulai tergeser oleh peralatan modern.Namun demikian,hihid tetap memiliki tempat tersendiri terutama dalam kegiatan tradisional,pertunjukan seni,hingga sebagai properti dekorasi bernuansa etnik.Banyak pengrajin yang masih mempertahankan pembuatan hihid sebagai bagian dari usaha kerajinan tangan.
Keunggulan hihid terletak pada kesederhanaan dan ramah lingkungan.Tanpa listrik,tanpa suara bising,dan tanpa polusi,hihid menjadi simbol gaya hidup yang hemat energi. Ditengah isu perubahan iklim dan penghematan listrik,penggunaan hihid dapat menjadi alternatif sederhana yang tetap relevan.
Hihid atau kipas tradisional mengajarkan bahwa teknologi tidak selalu harus rumit untuk bermanfaat.Dari anyaman bambu yang sederhana,lahirlah alat yang membantu manusia bertahan dari panas sekaligus menjaga tradisi.Melestarikan hihid berarti turut menjaga warisan budaya dan kearifan lokal bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....