Masjid Sang Cipta Rasa: Warisan Spiritual Wali Songo
- 27 Feb 2026 07:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Masjid Agung Sang Cipta Rasa berdiri megah sebagai masjid tertua di Jawa Barat dengan usia yang telah melampaui lima abad. Didirikan pada tahun 1480 Masehi oleh Sunan Gunung Jati bersama jajaran Wali Songo, rumah ibadah ini menyimpan sentuhan arsitektural religius dari Sunan Kalijaga.
Berdiri tepat di jantung pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon dan menyatu secara harmonis dengan kompleks Keraton Kasepuhan, menjadikannya simbol kekuasaan sekaligus pusat penyebaran Islam di tanah Pasundan.
Keunikan arsitektur masjid ini terlihat jelas pada atapnya yang tidak menggunakan kubah besar, melainkan berbentuk pendopo tumpang tiga yang merupakan hasil akulturasi budaya Islam, Jawa, dan Majapahit.
Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan Saka Tatal, yaitu tiang ikonik yang terbuat dari susunan serpihan kayu yang disatukan secara rapi. Tiang ini bukan sekadar penyangga fisik bangunan, melainkan simbol filosofis yang sangat mendalam tentang kekuatan persatuan di tengah berbagai perbedaan latar belakang masyarakat.
Selain itu, nilai kerendahan hati sangat ditekankan melalui keberadaan sembilan pintu masuk yang berukuran rendah. Angka sembilan merujuk pada jumlah Wali Songo, sementara desain pintu yang mengharuskan jemaah menunduk saat masuk menjadi pengingat agar setiap manusia senantiasa bersikap rendah hati di hadapan Sang Pencipta.
Masjid ini juga melestarikan tradisi unik yang tidak ditemukan di tempat lain, seperti Adzan Pitu (kumandang azan oleh tujuh orang sekaligus) serta ritual tabuh beduk Druk Drak yang memeriahkan suasana setiap bulan Ramadhan.
Lebih dari 500 tahun telah berlalu, namun Masjid Agung Sang Cipta Rasa tetap hidup dan berdenyut melampaui fungsinya sebagai bangunan fisik semata. Ia telah menjelma menjadi ruang spiritual dan pusat kebudayaan yang terus memancarkan aura kesucian bagi para peziarah serta wisatawan mancanegara.
Warisan agung ini menjadi bukti nyata bahwa keindahan agama dapat bersinergi dengan kearifan lokal, menciptakan harmoni yang menyentuh aspek lahiriah maupun batiniah bagi siapa pun yang mengunjunginya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....