Australia Menunggu Kereta Cepat Lebih dari 40 Tahun

  • 26 Feb 2026 13:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.id, Bandung: Australia telah menanti lebih dari empat dekade untuk merealisasikan proyek kereta cepat (high-speed rail/HSR). Gagasan ini pertama kali mencuat pada 1980-an ketika mantan kepala CSIRO, Paul Wild, mengusulkan pembangunan kereta cepat setelah terinspirasi oleh layanan Shinkansen di Jepang dan TGV di Prancis. Namun, berbagai kajian dan penyelidikan pemerintah sejak saat itu belum mampu mewujudkannya.

Dilansir dari ABC.net, pada akhir 1990-an, pemerintahan John Howard sempat mengusulkan proyek Speedrail yang akan menghubungkan Sydney dan Canberra. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 4,5 miliar dolar Australia, tetapi akhirnya dibatalkan setelah dinilai terlalu mahal. Upaya serupa kembali muncul pada era pemerintahan Rudd-Gillard dengan rencana jalur Brisbane–Melbourne senilai 114 miliar dolar Australia, namun kembali terkendala biaya besar.

Selama bertahun-tahun, proyek HSR kerap menjadi bahan perdebatan publik dan bahkan satire politik. Sejumlah studi kembali dilakukan, termasuk pembentukan National Faster Rail Agency pada 2019. Namun, beberapa laporan penting tidak pernah dirilis ke publik, dan sebagian rencana dihentikan oleh pemerintah negara bagian.

Kini, pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese kembali menghidupkan proyek tersebut dengan membentuk High Speed Rail Authority pada 2023. Pemerintah federal juga mengalokasikan tambahan 230 juta dolar Australia untuk tahap pengembangan jalur kereta cepat yang menghubungkan Sydney dan Newcastle melalui Central Coast.

Tahap pertama proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar 55 miliar dolar Australia, dengan klaim potensi kontribusi ekonomi hingga 250 miliar dolar dalam 50 tahun. Meski skeptisisme masih ada, pemerintah menargetkan proyek ini siap konstruksi dalam dua tahun ke depan, membuka peluang baru bagi terwujudnya impian lama transportasi cepat di Australia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....