Apa Saja Doa Doa yang Pasti di Ijabah?
- 24 Feb 2026 09:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dalam salah satu siaran kajian pagi di Radio Republik Indonesia (RRI) melalui Programa 1 RRI Bandung, program Mutiara Pagi menghadirkan tausiyah penuh hikmah dari KH. Asep Anom, S.Ag., M.Sos. Dalam kesempatan tersebut, beliau membahas tentang doa-doa yang pasti diijabah oleh Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap doa memiliki peluang besar untuk diijabah. Namun, ada kondisi dan doa tertentu yang memiliki keutamaan khusus.
1. Doa Orang yang Terzalimi
Rasulullah bersabda bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang antara dirinya dan Allah. Dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan bahwa Allah pasti akan menolong orang yang dizalimi, meskipun ia seorang yang jauh dari ketaatan.
KH. Asep Anom menekankan bahwa keadilan Allah SWT sangat nyata. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berhati-hati agar tidak menzalimi sesama.
2. Doa Orang Tua untuk Anak
Doa orang tua, baik doa kebaikan maupun keburukan, termasuk doa yang mustajab. Karena itu, orang tua hendaknya senantiasa mendoakan anak-anaknya dengan doa terbaik.
Dalam penjelasannya, KH. Asep Anom mengingatkan bahwa lisan orang tua adalah amanah. Jangan sampai dalam keadaan marah terucap doa yang buruk bagi anak.
3. Doa Orang yang Berpuasa
Orang yang berpuasa memiliki waktu mustajab, terutama saat menjelang berbuka. Dalam hadis disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka tidak akan ditolak.
Momentum ini seharusnya dimanfaatkan bukan hanya untuk memohon rezeki, tetapi juga ampunan dan keberkahan hidup.
4. Doa di Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang sangat istimewa. Dalam hadis dijelaskan bahwa Allah “turun” ke langit dunia dan berfirman: siapa yang berdoa akan dikabulkan, siapa yang meminta akan diberi.
KH. Asep Anom mengajak para pendengar Mutiara Pagi untuk membiasakan qiyamul lail, meskipun hanya dua rakaat, karena di waktu inilah doa-doa sangat dekat dengan pengabulan.
5. Doa Saat Sujud
Rasulullah menyebutkan bahwa posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud. Oleh sebab itu, perbanyaklah doa saat sujud, baik dalam salat wajib maupun sunnah. Sujud bukan hanya gerakan fisik, tetapi simbol ketundukan total kepada Allah SWT.
Dalam penutup tausiyahnya, KH. Asep Anom menyampaikan beberapa kunci penting agar doa lebih mudah diijabah:
Niat yang tulus dan hati yang khusyuk, Mengonsumsi yang halal, Tidak tergesa-gesa dalam menanti jawaban, Yakin bahwa Allah Maha Mengabulkan, Memperbanyak istighfar dan shalawat.Beliau menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan. Terkadang Allah mengabulkan secara langsung, menundanya demi kebaikan, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Sebagaimana disampaikan dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Bandung, doa adalah senjata orang beriman. Jangan pernah lelah berdoa, karena Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam berdoa dan meraih keberkahan hidup di dunia serta akhirat. Aamiin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....