Mengenal Gunung Kerenceng, Mutiara Tersembunyi di Sumedang
- 25 Jan 2026 15:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Gunung Kerenceng merupakan salah satu mutiara tersembunyi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Gunung itu menawarkan pesona alam yang masih asri dan menantang bagi para pendaki.
Memiliki ketinggian sekitar 1.736 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini terletak di perbatasan antara Kecamatan Cimanggung dan Pamulihan. Meskipun tidak setinggi Gunung Ciremai atau sesantai jalur pendakian wisata lainnya, Gunung Kerenceng dikenal memiliki karakter medan yang cukup teknis, dengan jalur yang didominasi oleh tanjakan terjal serta hutan hujan tropis yang lebat, sehingga menuntut fisik yang prima bagi siapa pun yang ingin menjajakinya.
Salah satu daya tarik utama yang menjadi ciri khas Gunung Kerenceng adalah jalur "Jembatan Setan" dan puncaknya yang sangat sempit. Berbeda dengan puncak gunung pada umumnya yang memiliki lahan luas, puncak Kerenceng hanya berupa punggungan tipis yang hanya bisa menampung beberapa orang saja.
Dari titik tertinggi ini, pendaki akan disuguhi pemandangan spektakuler 360 derajat yang memanjakan mata, mulai dari hamparan pemukiman di wilayah Sumedang dan Bandung, siluet Gunung Geulis, hingga kemegahan Gunung Cikuray di kejauhan. Keindahan matahari terbit yang membelah lautan awan seringkali menjadi imbalan setimpal atas rasa lelah setelah melewati pendakian yang menguras tenaga.
Selain keindahan puncaknya, Gunung Kerenceng juga memiliki nilai ekologis dan sumber daya air yang penting bagi masyarakat sekitar. Keberadaan mata air yang jernih dan vegetasi yang masih rapat menjadikan kawasan ini sebagai daerah resapan air yang vital.
Bagi para pendaki pemula maupun profesional yang mencari ketenangan jauh dari keramaian jalur pendakian komersial, Gunung Kerenceng adalah destinasi yang tepat untuk merasakan sensasi petualangan yang autentik. Namun, sangat disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama berkunjung, mengingat ekosistem di gunung ini masih sangat terjaga dari jamahan tangan manusia.
Menurut kamus bahasa sunda susunan R.A Danadibrata, “ Kerenceng “ bisa diartikan sebagai gengge rarangeuyan, gengge beunang niiran, loceng, dan kirincing. Dengan beberapa kata tersebut, maka artinya adalah gelang kaki yang disusun dengan cara ditusuk seperti sate.
Dahulu Gunung Kerenceng merupakan tempat tinggal Eyang Panggung Jaya Kusumah, salah satu leluhur atau pendiri kampung di daerah tersebut. Namun warga lokal sampai kini belum tahu sejarah dan mitosnya, mengapa gunung tersebut dinamakan Gunung Kerenceng
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....