Mengenal Fungsi, Bentuk dan Filosofi Rebab Sunda
- 23 Jan 2026 16:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Rebab adalah salah satu alat musik yang biasa digunakan dalam sajian kesenian khas Sunda, Jawa Barat. Rebab dimainkan dengan cara digesek, dan biasa mengiringi kesenian Gamelan Sunda, Wayang Golek, Jaipongan, Tembang Sunda Cianjuran dan kesenian Sunda lainnya.
Rebab Sunda adalah alat musik gesek tradisional berdaun dua atau tiga yang memegang peranan vital sebagai pemimpin melodi (panuntun lagu). Rebab Sunda berbentuk seperti segitiga membulat dengan tangkai panjang, instrumen ini menghasilkan suara lirih namun menawan, membutuhkan teknik tengkepan (penjarian) dan khusus Gesekan.
| Baca juga: Asal Usul Tradisi Lari Pagi di Hari Minggu |
Memainkan alat Rebab tidak mudah, perlu keahlian khusus untuk mempelajarinya sehingga bisa menjadi seorang Juru Rebab. Oleh karena itu, jumlah juru rebab lebih sedikit dibanding dengan juru wiyaga yang lainnya. Salah satu faktor penyebab kurangnya juru rebab dibanding dengan juru wiyaga lainnya yaitu masalah sulitnya rebab untuk dipelajari.
Baca juga : Menghargai Peran Mulia Pengasuh Di balik Layar
Rebab berkedudukan sebagai pemimpin Wiyaga (penabuh gamelan) yang mengarahkan peralihan laras, tempo, dan suasana lagu, khususnya dalam karawitan Sunda dan wayang golek.
Struktur Fisik Rebab Sunda terdiri dari bagian utama yaitu watangan (leher), bathokan (badan resonansi), sikilan (kaki), dan senggreng (busur gesek). Bahan utamanya kayu, seringkali dilapisi kulit sapi atau kambing, dengan senar perunggu.
Rebab Sunda dimainkan dengan posisi duduk bersila, rebab didirikan tegak. Pemain harus menguasai teknik tengkepan (penjarian) untuk menentukan laras dan teknik Ngeset (gesekan) untuk mengatur ornamen lagu.
Rebab Sunda dikenal menghasilkan nada yang luwes dan fleksibel, membuatnya sering dianggap sebagai "pemimpin tembang" atau penuntun arah lagu sinden. Selain sebagai alat musik, rebab mengajarkan nilai ketekunan, keseimbangan, dan keindahan dalam kesederhanaan, dengan upaya pelestarian yang gencar dilakukan melalui komunitas seni agar tidak hilang ditelan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....