Inilah Cara Merawat Aki Mobil agar Tetap Awet

  • 27 Nov 2025 10:58 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Mobil dalam kondisi prima, bahan bakar penuh, dan cuaca mendukung tentu membuat perjalanan terasa menyenangkan. Namun semua itu bisa buyar ketika tiba-tiba mobil sulit dinyalakan. Dalam banyak kasus, biang keladinya adalah satu komponen kecil namun sangat vital: aki.

Bagi sebagian orang, aki (accu) sering dianggap bagian yang “misterius” dan hanya bisa ditangani bengkel. Padahal, merawat aki tidak serumit yang dibayangkan. Dengan sedikit perhatian, kamu bisa mencegah masalah mendadak dan terhindar dari situasi kurang menyenangkan seperti terdampar di pinggir jalan sambil menunggu montir datang.

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah untuk menjaga aki tetap awet dan bekerja optimal.

1. Rutin Cek Kondisi Fisik Aki

Dilansir dari laman Kawanlama, pemeriksaan fisik merupakan langkah paling dasar yang sebaiknya dilakukan secara berkala. Jangan menunggu sampai mobil susah distarter baru kebingungan.

Periksa terminal atau kutub aki baik positif maupun negatif. Pastikan tidak ada kotoran, karat, atau kerak putih yang menumpuk. Terminal yang kotor bisa menghambat aliran listrik sehingga performa mobil terganggu. Jika terlihat kusam, kamu bisa membersihkannya menggunakan sikat gigi bekas atau amplas halus.

2. Pastikan Dudukan Aki Stabil

Selain terminal, kondisi dudukan aki juga harus diperhatikan. Aki yang kerap bergoyang saat mobil melaju dapat membuat soket longgar dan mempercepat kerusakan.

Pastikan dudukan terpasang kuat dan baut-bautnya kencang. Bila mobil sering melintasi jalan berlubang, pertimbangkan menambahkan karet peredam agar aki lebih stabil dan tidak cepat rusak.

3. Cek Air Aki (Untuk Aki Basah)

Untuk kamu yang menggunakan aki basah, jangan abaikan cairan elektrolit di dalamnya. Jika volume air berkurang, performa aki dapat menurun drastis. Cukup buka tutup sel aki dan tambahkan cairan khusus aki hingga mencapai batas yang dianjurkan.

Ingat, jangan gunakan air mineral atau air sumur. Jenis air tersebut dapat merusak komponen internal. Jika kamu menggunakan aki kering, cukup lakukan pengecekan tegangan secara berkala karena jenis ini tidak membutuhkan pengisian ulang air.

4. Gunakan Mobil Secara Rutin

Mobil yang jarang digunakan justru berpotensi membuat aki cepat lemah. Ketika mesin menyala, alternator bekerja mengisi daya ke aki. Karena itu, mobil yang terlalu lama didiamkan akan membuat aki kehilangan dayanya secara perlahan.

Jika aktivitasmu tidak menuntut mobil sering keluar, setidaknya panaskan mesin 10–15 menit secara rutin untuk menjaga kondisi aki.

5. Perhatikan Beban Aksesoris Listrik

Semakin banyak aksesoris listrik yang kamu pasang, semakin besar beban yang harus ditanggung aki dan alternator. Sound system berdaya besar, lampu LED interior, dashcam, charger, hingga lampu underglow akan menguras daya lebih banyak.

Jika mobil sudah dipasangi banyak perangkat elektronik tambahan, pertimbangkan untuk menggunakan aki berkapasitas lebih besar agar semua komponen dapat bekerja stabil tanpa membuat aki cepat tekor.

6. Waspadai Tanda-Tanda Aki Mulai Lemah

Saat mobil mulai susah distarter, lampu terlihat lebih redup, atau suara klakson melemah, itu tanda aki membutuhkan perhatian. Segera lakukan pengecekan, mulai dari kondisi fisik, tegangan, hingga kemungkinan pengisian ulang.

Jika usia aki sudah lama, bisa jadi waktunya diganti. Sama seperti manusia, aki memiliki masa produktif yang pada akhirnya akan berkurang.

Merawat aki mobil sebenarnya tidak rumit. Kamu tidak perlu menjadi ahli otomotif untuk melakukannya. Cukup meluangkan sedikit waktu, memperhatikan kondisinya, dan responsif terhadap gejala-gejala yang muncul. Dengan perawatan yang tepat, aki bisa bertahan bertahun-tahun dan mobil tetap nyaman digunakan tanpa drama mogok di tengah jalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....