Ini Doa Berkendara yang Jarang Diketahui

  • 30 Okt 2025 07:00 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Setiap perjalanan seharusnya dimulai dengan doa, bukan sekadar rutinitas membaca kalimat pembuka, tetapi sebagai bentuk kesadaran bahwa keselamatan di jalan adalah karunia dari Allah. Ustadz Adi Hidayat dalam kajian terbarunya mengingatkan pentingnya doa sebelum berkendara, agar seseorang terhindar dari ujub, kesombongan, dan tindakan zalim di jalan.

Dilansir dari kanal YouTube Ustadz Adi Hidayat Official, beliau menjelaskan bahwa banyak orang lalai memaknai perjalanan. “Begitu naik kendaraan, kadang muncul rasa lebih tinggi, lebih hebat, padahal kalau jalan kosong juga kita tidak ada apa-apanya,” kata Ustadz Adi. Karena itu, beliau mengajarkan doa khusus yang jarang disampaikan, untuk menjaga hati dan perilaku selama berkendara.

Doa tersebut dimulai dengan kalimat penuh makna: “Allahumma inna na‘udzubika” yang berarti Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu. Kalimat ini menjadi pembuka doa agar dijauhkan dari kesesatan, baik dalam perjalanan fisik maupun spiritual. “Kadang tersesat bukan hanya di peta jalan, tapi juga dalam maksiat,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa setiap arah perjalanan bisa membawa pada ketaatan atau justru menjauhkan dari hidayah.

Ustadz Adi memberi contoh sederhana, ketika seseorang tanpa sengaja lewat masjid tepat saat adzan, itu adalah bentuk hidayah. Namun sebaliknya, bila perjalanan mengarahkan pada tempat maksiat, itu tanda perlunya perlindungan dari Allah. Karena itu, doa yang dibacakan bukan sekadar ucapan, tetapi bentuk permohonan agar langkah dan arah hidup senantiasa dipandu menuju kebaikan.

Baca juga:Tidak Cukup Cuma Doa, Ini Makna Syukur Sebenarnya

Beliau juga mengingatkan tentang potensi zalim dan kesombongan yang muncul saat mengendarai kendaraan mewah. “Kalau naik motor sederhana, hatinya tawadu. Tapi kalau mobilnya besar, rasa sombong bisa muncul tanpa disadari,” jelasnya. Karena itu, doa sebelum berkendara mengajarkan kerendahan hati agar tidak merasa lebih tinggi dari pengguna jalan lain.

Selain itu, doa ini juga menjadi perlindungan dari bahaya di jalan seperti tergelincir, tertipu, hingga perbuatan kriminal. “Kita berlindung agar tidak digelincirkan oleh orang lain, tidak dijahili, tidak terprovokasi hingga berbuat dosa,” tegas Ustadz Adi. Ia menambahkan, bahkan kendaraan yang digunakan pun bisa menjadi sarana maksiat jika tidak dijaga niatnya.

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Adi mengajak umat untuk membiasakan membaca doa ini setiap kali hendak bepergian:

“Allahumma inna na‘udzubika min dhalaali aw adhill, wa min zallaati aw uzall, wa min dhulmi aw uzhlam, wa min jahli aw yujhalu ‘alayna.”

Artinya: Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari tersesat atau menyesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zalim atau dizalimi, serta dari berbuat jahil atau dijahili oleh orang lain.

Doa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan sejati bukan hanya sampai di tujuan, tapi juga sampai pada kerendahan hati dan kesucian niat di setiap perjalanan hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....