Mengenal Beberapa Alat Transportasi Tradisional di Indonesia

  • 19 Sep 2025 09:26 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung. Alat transportasi tradisional Indonesia meliputi Delman/Dokar (ditarik kuda), Becak (tenaga manusia, roda tiga), Cidomo (tenaga kuda, khas Lombok), Perahu/Klotok (transportasi air), Bentor (becak bermotor), Cikar/Pedati (ditarik hewan untuk angkutan barang), dan Sepeda Onthel (tenaga manusia).

Alat-alat ini merupakan warisan budaya yang unik dan masih ada di beberapa daerah di Indonesia, sering digunakan untuk wisata atau transportasi lokal.

Alat Transportasi Darat

· Delman/Dokar :

Kereta beroda dua yang ditarik kuda, umumnya ditemukan di Yogyakarta dan beberapa daerah lain, seperti yang dikelola oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk tujuan wisata.

· Becak :

Transportasi roda tiga yang digerakkan dengan tenaga manusia, dengan penumpang di bagian depan dan pengemudi mengayuh di belakang.

· Cidomo :

Mirip delman namun menggunakan ban mobil dan memiliki ruang duduk yang lebih lega, merupakan transportasi khas Lombok.

· Bentor :

Perpaduan sepeda motor dan becak, sering ditemukan di daerah seperti Tidore dan Halmahera.

· Cikar/Pedati :

Gerobak beroda dua atau empat yang ditarik oleh hewan seperti sapi atau kerbau, digunakan untuk mengangkut barang.

· Sepeda Onthel :

Sepeda lawas yang dikayuh, dulu menjadi transportasi umum dan kini sering digunakan untuk koleksi atau rekreasi.

Alat Transportasi Air

· Perahu/Klotok :

Perahu kecil yang digunakan untuk menyeberangi sungai, terutama di wilayah seperti Kalimantan.

· Perahu Tradisional Lainnya:

Ada juga perahu tradisional lainnya seperti jukung, kora-kora, lancang kuning, dan lepa-lepa yang menjadi bagian dari budaya bahari Indonesia.

Masyarakat Indonesia telah mengenal dan memiliki kendaraan tradisionalnya sejak dulu. Terutama di Pulau Jawa sebagai pusat perkembangan peradaban Nusantara sejak abad ke-4.

Seiring kemajuan zaman era Nusantara, orang-orang mulai menggunakan alat transportasi untuk memudahkan perjalanan mereka. Terutama di jalur darat, yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.

Di Indonesia, beragam alat transportasi tradisional masih dilestarikan dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Alat-alat ini menggunakan tenaga manusia, hewan, atau angin untuk bergerak.

Alat Transportasi Bertenaga manusia

Becak : Kendaraan roda tiga yang digerakkan dengan cara dikayuh. Penumpang duduk di depan, sementara pengemudi berada di belakang. Becak dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, meskipun kini mulai jarang di kota besar.

Ojek sepeda : Berbeda dengan ojek modern, ojek sepeda menggunakan sepeda ontel sebagai moda transportasi.

Sepeda ontel : Sepeda kuno dengan kerangka yang kokoh. Dahulu populer sebagai alat transportasi sehari-hari sebelum adanya kendaraan bermotor.

Alat Transportasi Bertenaga mesin (modifikasi)

Bentor : Modifikasi dari becak yang ditenagai oleh mesin sepeda motor. Banyak dijumpai di Gorontalo, Sulawesi, dan beberapa daerah di Sumatra.

Helicak : Kendaraan beroda tiga dengan bentuk depan mirip helikopter, yang diperkenalkan pada tahun 1970-an untuk menggantikan becak di Jakarta.

Oplet : Mobil klasik yang dimodifikasi menjadi angkutan umum. Oplet merek Morris Minor sangat terkenal di Jakarta pada era 1970-an.

Alat transportasi air

Perahu : Merupakan alat transportasi laut tradisional paling terkenal di Indonesia dan telah digunakan sejak zaman prasejarah. Beberapa jenis perahu tradisional antara lain:

o Perahu Pinisi: Perahu layar khas suku Bugis dan Makassar dari Sulawesi Selatan.

o Perahu Klotok: Perahu kayu bermesin yang biasa digunakan di sungai, seperti di Kalimantan.

o Jukung: Perahu tradisional yang dapat ditemukan di berbagai daerah, seperti Kalimantan dan Bali.

o Perahu Lambung: Perahu tradisional yang digunakan di perairan Indonesia.

Rakit : Alat transportasi air sederhana yang terbuat dari susunan bambu atau kayu. Rakit banyak digunakan di sungai untuk menyeberang atau mengangkut barang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....