Anjang-Anjangan: Peniruan Karakter dalam Permainan Anak Sunda

  • 24 Apr 2025 11:38 WIB
  •  Bandung

KBRN: Bandung: Di tengah arus modernisasi dan gempuran teknologi digital, ingatan akan riuhnya tawa anak-anak yang bermain di lapang terbuka mungkin terasa semakin jauh. Namun, bagi masyarakat Sunda, kenangan akan "kaulinan barudak" (permainan anak-anak) tempo dulu masih tersimpan hangat dalam benak.

Lebih dari sekadar hiburan, permainan-permainan tradisional ini menyimpan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter generasi masa lalu.

Salah satu dari "kaulinan barudak" ini, ada yang dikenal dengan nama Anjang-anjangan. Anjang-anjangan adalah sebuah permainan peran tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak, terutama perempuan.

Permainan ini melibatkan peniruan kegiatan sehari-hari orang dewasa, seperti memasak, menyetrika, atau berjualan, dengan menggunakan berbagai alat dan bahan yang ada di sekitar.

Dalam permainan anjang-anjangan, anak- anak meniru berbagai aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, atau berjualan.

Permainan anjang-anjangan bisa dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun di luar ruangan, dan peralatan yang digunakan dalam permainan ini, biasanya terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar, seperti daun, batu, atau tongkat.

Permainan peran ini juga yang memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi dan pemikiran mereka melalui peniruan karakter atau aktivitas tertentu.

Dalam permainan ini, anak - anak belajar untuk berimajinasi dan berkreativitas dalam menciptakan dunia permainan dengan menggunakan benda-benda sederhana menjadi sesuatu yang lain.

Sayangnya, seperti banyak "kaulinan barudak" tradisional lainnya, anjang-anjangan kini mulai jarang terlihat dimainkan oleh anak-anak, terutama di perkotaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....