Makna Ngaji Diri Dalam Kehidupan Manusia
- 19 Mar 2025 15:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Ngaji Diri atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan introspeksi diri, memiliki makna lebih dalam untuk mengenal diri sendiri. Apabila kita ingin mengenal diri kita sendiri adalah dengan cara introspeksi diri atau muhasabah.
Dalam Hadist yang disampaikan Oleh Nabi Besar Muhammad SAW, yang mengatakan “Barang siapa mengenal dirinya maka pasti akan mengenal Tuhannya”. Oleh karena itu seumpama Alloh SWT memberikan penjelasan dalam Q.S Al-Fussilat ayat 53 yang isinya mengatakan bahwa “kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami di dunia ini dan didalam diri mereka sendiri hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar”.
“Isi surat ini kurang lebih menjelaskan bahwa Alloh SWT sudah memberikan penjelasan ketika adanya kita itu karena ada yang menciptakan dan kita harus tau siapa yang menciptakan kita, dan alasan mengapa kita diciptakan. Hanya bedanya adalah, jangan dulu berfikir lebih jauh tentang yang menciptakan kita itu adalah makhluk yang sama seperti kita. Seperti contoh kita melihat kursi, apakah kita berfikir bahwa yang menciptakan kursi itu adalah dalam bentuk yang sama juga seperti kursi?”jelas Ust. Casmita Solihin dalam acara Wangkongan Kiwari di Programa 4 RRI Bandung, belum lama ini.
“Ini adalah salah satu bagian dari evaluasi diri agar lebih baik. Sehingga diteliti mengapa ada mata, ada hidung, ada rambut, dan sekujur tubuh yang ada di diri kita yang terdiri dari raga, jasad, akal, dan lain-lain. Menurut Imam Al-Gazali, didalam diri manusia itu ada berbagai sifat, seperti sifat-sifat binatang, sifat-sifat setan, dan sifat-sifat Malaikat,"lanjut Ust. Casmita.
Oleh karena itu jika kita menilik pada tiga sifat itu, maka tentu kita akan waspada. Sifat-sifat binatang yang ada didalam diri kita tidak berbeda dengan perilaku binatang seperti kebutuhan birahi, kebutuhan makan, kebutuhan minum, dan sebagainya. Yang paling berbahaya adalah sifat-sifat setan yang ada dalam diri kita yang membuat kita berbuat yang tidak baik. Seperti maunya bertengkar, selalu menyakiti hati orang lain, dan sebagainya.
Lalu untuk sifat-sifat Malaikat diantaranya ketika hadir didalam diri kita ketika ingin menolong orang lain, saling menyayangi baik kepada yang lebih muda atau pun lebih tua. Perilaku-perilaku yang membuat diri kita lebih dekat kepada Alloh SWT melalui sifat-sifat Malaikat yang hampir seratus persen adalah ibadah. Karena Malaikat itu patuh terhadap perintah Alloh SWT dan pantang melakukan LaranganNya.
Ust. Casmita menjelaskan , oleh karena itu jika didalam diri kita diumpamakan sebuah kerajaan, maka jiwa kita itu diibaratkan raga. Sedangkan akal diibaratkan sebagai Perdana Menteri, dan Syahwat diibaratkan sebagai pengumpul pajak, amarah diibaratkan polisi. Menurut Imam Al-Ghazali, Jadi jika didalam jiwa raga kita kalau akal kita sudah diliputi oleh amarah, maka sudah tidak akan ada kebenaran dalam diri kita. Karena kita dilupakan kepada petunjuk-petunjuk, nasehat dari teman bahkan saudara sudah tidak dianggap.
Terkadang jika didalam jiwa raga kita sudah diliputi Setan, pada akhirnya kita akan menuruti segala perintah setan. Tetapi jika akal, syahwat, amarah, dan segala sesuatu bisa kita kendalikan oleh jiwa kita, semua akan menyatu, jadilah ketenangan dalam Laa Ilaaha Illallah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....