Mengenal Lebih Dekat Pendopo Kota Bandung
- 25 Feb 2025 10:56 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung. Gedung pendopo hampir terdapat disetiap kantor pemerintahan Kabupaten atau Kota di wilayah Jawa. Bangunan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul, tempat menerima tamu, tempat rapat, tempat berkumpulnya masyarakat untuk sekedar bersilaturahmi atau bermusyawarah untuk memecahkan suatu permasalahan dan tempat pertunjukan. Kata pendopo berasal dari kata mandapa dalam bahasa sanskerta yang berarti bangunan tambahan.
Pendopo Bandung merupakan bangunan bersejarah yang menjadi kediaman Bupati pada jamannya hingga Wali Kota yang menjabat kini. Pendopo dianggap sebagai simbol kewibawaan dan keagungan pemerintahan. Akan tetapi seiring perubahan jaman, Pendopo dapat juga dikunjungi oleh warga masyarakat umum, untuk kepentingan studi ilmiah maupun warga yang sengaja datang berkunjung karena ingin mengetahui lebih dekat dengan tempat yang memiliki nilai sejarah ini.
Pendopo Kota Bandung berdiri pada tahun 1812. Bangunan ini terkenal dengan arsitektur etnik dan atap limas yang masih terjaga keasliannya. Di balik gerbang kayu Pendopo yang kerap tertutup rapat, ternyata di bagian dalamnya terdapat taman dengan rumput yang subur dan hijau, serta kolam dan pepohonan.
Bangunan ini menjadi bangunan pertama yang dibangun di kawasan Alun-alun Bandung, dibangun tahun 1811 dan selesai 1812, jadi hanya setahun saja. Pembangunan ini beriringan dengan berdirinya Kota Bandung dan menjadi bangunan pertama pusat pemerintahan
Lokasi yang dijadikan pendopo ini adanya disebelah barat lahan yang sebelumnya merupakan Alun-alun Bandung. Tempat ini dipilih Bupati R.A. Wiranatakusumah (1794-1829) sehubungan dengan rancangan Gubernur Jenderal Daendels membangun jalan pos (Grote Postweg) yang akan melewati daerah yang sekarang sudah menjadi pusat kota Bandung. Dahulu, pusat kota Bandung berada di daerah Dayeuhkolot, satu daerah yang adanya di 10 km dari jalan raya pos yang direncanakan.
Pendopo kabupaten ini merupakan bangunan yang pertama dibangun disana. Bentuk bangunannya masih sederhana. Temboknya dibuat dari anyaman bambu. Atapnya masih alang-alang lapis ijuk. Setelah beberapa kali mengalami renovasi, atap bangunannya diganti menjadi gaya tradisional Nusantara yang tersusun tiga.
Berdirinya Pendopo juga beriringan dengan berdirinya Kota Bandung Kala itu, Pendopo merupakan bangunan pertama yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Pendopo juga menjadi bangunan pertama yang dibangun di kawasan Alun-alun Bandung. Seperti pertama kali dibangun, pendopo berada di kawasan Alun-alun, letaknya berseberangan dengan Alun-alun. Saat ini, Pendopo berada di Jalan Dalem Kaum dan masih berseberangan dengan Alun-alun Bandung.
Pembangunan pendopo diprakarsai oleh Bupati Bandung ke-6, Wiranatakusumah II yang bernama asli Raden Indrareja dan kerap dipanggil Dalem Kaum. Bupati yang dijuluki The founding father inilah yang langsung memilih lokasi pembangunan pendopo. Ia membangun pendopo tepat menghadap ke arah Gunung Tangkubanparahu yang merupakan simbol kepercayaan sejarah masyarakat Sunda. Luas pendopo 18.984 m dan terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan utama seluas 1.805,25 m, bangunan pendopo 470 m, bangunan barat 175 m, bangunan timur 445 m, dan halaman seluas 15.475 m.
Pembangunan pendopo merupakan satu kesatuan dengan pembangunan Jalan Pos atau Grote Postweg yang dilakukan oleh Gubernur Jendral Daendels. Pada awal didbangun, pendopo menjadi pusat pemerintahan Bupati Bandung. Semula pusat pemerintahan dipusatkan di Dayeuhkolot, jaraknya sekitar 10 km dari Jalan Raya Pos yang sedang dibangun.
Pada masa pemerintahan Bupati R.A.A. Wiranatakusumah IV (1846-1874) tahun 1850, bangunan pendopo direnovasi. Dindingnya diganti dengan tembok bata dan beratap genteng. Tahun 1935, dibangun tempat tinggal bupati di belakang pendopo yang merupakan hasil rancangan Presiden Soekarno. Beberapa bangunan tambahan seperti ruang tamu utama, ruang kerja, ruang gudang dalam, ruang tengah, kamar utama, dua kamar keluarga, ruang pertemuan dan ruang keluarga, serta ruang untuk keluarga Bupati di bagian barat bangunan utama.
Saat ini, gerbang pendopo dibuat berupa ornamen beton semen yang juga cukup unik. Di kanan dan kiri gerbang terdapat gambar para Wali Kota Bandung dari masa ke masa. Di halaman pendopo terdapat dua buah lonceng ukuran besar yang tergantung pada pilar beton. Dua lonceng itu pun dibuat simetris, saling berhadapan. Banyak cerita tentang lonceng tersebut, mulai cerita mistis hingga sejarahnya.
Sejak masa pemerintahan Wali Kota Ateng Wahyudi (1983-1993), pendopo kembali menjadi kediaman Wali Kota Bandung. Wali Kota Bandung selanjutnya tinggal di pendopo selama mereka memimpin Kota Bandung, Hingga saat ini, Pendopo Kota Bandung masih berdiri kokoh dan semakin asri. Pendopo merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai filosofi dan sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....