Sejarah Pakaian Toga Untuk Wisuda

  • 23 Des 2024 12:09 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Bagi para wisudawan, mungkin memakai baju toga adalah momen yang paling berkesan. Tidak hanya sebagai simbol kelulusan, tetapi juga simbol pencapaian dalam menempuh pendidikan yang bertahun-tahun lamanya. Rasa bangga dan haru mungkin dialami oleh para wisudawan dan orang tua nya. Tapi tahukah anda mengenai sejarah pakaian tersebut?

Dilansir dari channel youtube Halo Edukasi, sejarah pakaian tersebut Tradisi Wisuda Berakar dari Abad ke-12. Wisuda sebagai simbol kelulusan akademik memiliki sejarah panjang yang berakar dari abad ke-12. Pada masa itu, universitas-universitas pertama di Eropa mulai mengadopsi seremoni kelulusan sebagai bagian dari tradisi akademik.

Upacara ini dilaksanakan menggunakan bahasa Latin yang merupakan bahasa pendidikan saat itu. Istilah "degree" dan "graduate" berasal dari kata Latin gradus, yang berarti langkah, merujuk pada tahapan dalam pendidikan tinggi, seperti jenjang sarjana dan magister.

Jubah wisuda, yang menjadi ciri khas seremoni kelulusan, memiliki asal-usul dari pakaian yang dikenakan para ulama dan cendekiawan abad ke-12. Menurut American Council on Education Guide, jubah ini tidak hanya menunjukkan status akademik, tetapi juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh di dalam bangunan tanpa pemanas tempat para pelajar belajar. Pada abad pertengahan, penggunaan jubah ini terus dilestarikan meskipun para sarjana beralih ke pakaian yang lebih konvensional untuk keseharian mereka.

Pada abad ke-19, perguruan tinggi di Amerika Serikat mulai melakukan standarisasi desain jubah wisuda. Melalui aturan yang diterbitkan pada 1895, jubah untuk lulusan sarjana memiliki lengan panjang runcing, magister dengan lengan panjang tertutup, dan doktor dengan lengan bulat terbuka. Seluruh jubah saat itu berwarna hitam, yang menjadi standar hingga sekarang.

Topi wisuda, yang awalnya berupa tudung panjang, mengalami perubahan pada sekitar tahun 1700-an menjadi desain papan mortar persegi datar yang kita kenal sekarang. Tudung tetap dipertahankan, tetapi hanya digantung di punggung. Aturan Intercollegiate Code of Academic Costume juga mencatat bahwa topi wisuda harus dihiasi tassel atau rumbai panjang yang ditempatkan di bagian atas. Sebelum tassel menjadi standar, topi ini sering kali dihias dengan pompom.

Hingga kini, jubah dan topi wisuda menjadi bagian penting dari tradisi kelulusan universitas. Simbol-simbol ini tidak hanya merepresentasikan pencapaian akademik tetapi juga menghubungkan mahasiswa masa kini dengan sejarah panjang pendidikan tinggi di dunia. Tradisi ini terus berkembang, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai luhur dari para pendahulu.

Sumber: Youtube.Com @haloedukasi

Judul Video: Begini Sejarah Adanya Wisuda, serta Pro Kontra Wisuda PAUD/TK.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....