Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi di Mangkubumi Masih Terbatas

  • 21 Nov 2025 20:31 WIB
  •  Bandung

KBRN, Tasikmalaya: Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Idit Supriadi Priatna meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (21/11/2025). Fokus peninjauan ditujukan pada evaluasi fasilitas dan perkembangan penyelenggaraan program.

Idit melihat secara langsung ruang kelas, serta berinteraksi dengan siswa SR ini. Idit mengatakan, fasilitas SR saat ini masih terbatas, namun Pemkot Tasikmalaya telah melakukan perbaikan fisik melalui Dinas PUPR.

“Kapasitasnya memang terbatas. Tapi insyaalloh ini efektik dimanfaatkan untuk sekolah rakyat,” katanya.

Baca juga:Perhutani Tasikmalaya Serahkan Bantuan Perbaikan Sarpra Madrasah Al-Hidayah

Idit menjelaskan, meski tempat tidur saat ini mencukupi, luas ruangan masih menjadi kendala. Namun, kondisi tersebut dinilai wajar karena SR 41 merupakan sekolah rintisan.

“Wajar, ini sedan dipersiapkan untuk ke depannya. Lahannya sedang dipersiapkan pemkot,” ucapnya.

Terkait dengan jumlah siswa, Idit melanjutkan, sejak peluncuran jumlahnya 70 orang. Namun, kini terjadi penurunan, namun belum ada laporan resmi.

Ia mengatakan, siswa aktif di SR, otomatis memperoleh bantuan sosial baik PKH, BNPT, termasuk pemberdayaan keluarga. Ini sesuai dengan konsep, pengentasan kemiskinan.

“Jadi sayang kalau ada yang keluar. Bantuan akan ada, selama mereka aktif di SR,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi menilai, perkembangan SR Terintegrasi 41 berjalan positif. Pemkot bersama Kemensos berupaya memenuhi fasilitas yang masih kurang sambil mempersiapkan pembangunan SR permanen.

Ia mengakui terdapat tantangan dalam hal perilaku siswa dan proses adaptasi guru. Mengingat, latar belakang anak yang beragam.

“Tantangannya adalah memutus mata rantai kemiskinan. Tidak semua latar belakang anak- anak sama. Guru harus sabar menghadapi siswa yang ada,” ujarnya.

Rekomendasi Berita