Tinjau SR Bandung, Gus Ipul; Bagian Pengentasan Kemiskinan

  • 27 Okt 2025 13:44 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat (SR) merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, sekolah ini dirancang khusus untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung Sekolah Rakyat rintisan jenjang SD dan SMP di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (27/10/2025). "Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan. Jadi sekolah ini dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan," ujar Saifullah Yusuf di lokasi.

Saifullah, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa SR menyasar empat kategori utama. "Intinya ada empat yaitu belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah. Mereka dibuka aksesnya supaya bisa sekolah," paparnya.

Gus Ipul memantau langsung kondisi SR rintisan di BBPVP Bandung yang telah beroperasi sejak September. Ia mengaku senang dengan perkembangan yang ada setelah melihat proses belajar mengajar.

"Alhamdulillah, saya senang melihat perkembangannya. Anak-anaknya juga makin sehat, makin semangat, orang tuanya juga mendukung. Ini menjadi modal untuk proses pembelajaran selanjutnya," katanya.

Ia pun mengapresiasi kinerja para guru dan tenaga kependidikan serta mencatat sarana-prasarana yang sudah mulai tercukupi.

Baca juga: Gus Ipul Turun Langsung Pantau Bansos di Bandung

"Para guru, sekolah, dan tenaga kependidikannya saya lihat sudah bekerja dengan baik. Karena ini SD, ya, itu lebih rentan dan memang lebih membutuhkan semangat yang luar biasa dari para gurunya," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat ini terus berjalan secara nasional. Ia menargetkan ratusan titik baru akan segera diresmikan langsung oleh Presiden.

"Nanti insya Allah di 160 tambah 5 titik akan diresmikan oleh Presiden pada bulan November yang akan datang," katanya.

Untuk menunjang operasional sekolah, bantuan lain seperti seragam dan laptop masih dalam proses pengiriman. "Insya Allah di akhir bulan September atau awal November sudah bisa sampai ke tangan siswa atau sampai ke sekolah masing-masing," katanya.

Terkait lokasi permanen di Kota Bandung, Gus Ipul menyebut Kementerian Sosial masih menunggu kesiapan lahan dari pemerintah kota. Jika belum siap, ada opsi untuk sementara bergabung dengan sekolah milik provinsi atau Kabupaten Bandung.

"Tetapi ke depan, Kota Bandung harus menyiapkan lahan supaya nanti lebih banyak lagi siswa yang bisa ikut memperoleh pendidikan di Sekolah Rakyat," katanya.

Ia menambahkan, skema penyediaan lahan memang berasal dari pemerintah daerah. "Targetnya nanti setiap kabupaten atau kota punya satu Sekolah Rakyat. Dan provinsi juga memiliki," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....