Arus Balik Lebaran 2026 di Bandung Barat 25 Ribu Kendaraan Melintas

  • 26 Mar 2026 07:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Arus balik Idulfitri 1447 H mulai menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dalam 10 jam pertama pemantauan pada H+4, Rabu 24 Maret 2026. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat mencatat total 25.512 kendaraan melintas di dua titik utama, yakni Padalarang dan Lembang.

Data tersebut dihimpun melalui traffic counting sejak pukul 00.00 hingga 10.00 WIB, dengan pergerakan kendaraan didominasi kendaraan pribadi dan mobilitas antarwilayah yang cukup tinggi. Kepala Dishub Bandung Barat, Mochamad Ridwan Evi melalui Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Didin Muslihudin, mengatakan pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan kelancaran dan keamanan arus balik.

“Dalam 10 jam pertama ini, kami memantau dua titik strategis, yaitu Padalarang dan Lembang. Keduanya memiliki karakteristik pergerakan yang berbeda dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan lalu lintas di lapangan,” ujarnya.

Di Poskotis Padalarang, yang menjadi jalur vital penghubung arah timur dan barat (Padalarang–Cianjur), tercatat 16.191 kendaraan melintas. Sebanyak 9.765 kendaraan bergerak dari arah timur ke barat, sementara 6.426 kendaraan dari arah sebaliknya.

Hal ini menunjukkan arus menuju Cianjur masih lebih dominan. Komposisi kendaraan di Padalarang didominasi sepeda motor sebesar 53 persen, disusul mobil pribadi 29 persen.

Sisanya merupakan kendaraan umum, angkutan barang, dan kendaraan dinas. “Dominasi kendaraan pribadi menandakan mobilitas masyarakat pasca-Lebaran masih tinggi, baik untuk kembali ke tempat tinggal maupun melanjutkan perjalanan,” kata Didin.

Sementara itu, di Poskotis Lembang tercatat 9.321 kendaraan melintas. Sebanyak 5.902 kendaraan bergerak dari arah Bandung menuju Lembang, sedangkan 3.419 kendaraan dari arah sebaliknya.

Didin menjelaskan, tingginya arus ke Lembang mengindikasikan masih adanya aktivitas wisata maupun pergerakan warga ke kawasan utara. Di titik ini, sepeda motor mendominasi sebesar 57,03 persen, sementara mobil pribadi mencapai 29,46 persen.

“Lembang sebagai kawasan wisata turut memengaruhi tingginya penggunaan sepeda motor, selain faktor mobilitas warga lokal,” ujarnya.

Meski volume kendaraan cukup tinggi, kondisi lalu lintas di kedua titik terpantau relatif lancar tanpa kemacetan berarti. Dishub Bandung Barat juga telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan serta berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait.

“Kami terus memantau perkembangan setiap jam. Jika terjadi lonjakan signifikan atau potensi kemacetan, langkah cepat seperti rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan,” ungkapnya.

Dishub turut mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan tidak berkendara dalam kondisi lelah.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tiba di tujuan dengan selamat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....