Lebaran 2026, 235 ribu Tiket Kereta Whoosh Terjual

  • 25 Mar 2026 21:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat, sebanyak 235 ribu tiket kereta cepat Whoosh untuk berbagai rute perjalanan sudah terjual selama masa angkutan Lebaran 2026. "Secara total, tiket Whoosh yang sudah terjual selama masa periode posko angkutan Lebaran sejak tanggal 13 sampai dengan 30 Maret itu mencapai 235 ribu tiket ke berbagai tujuan," kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti di Stasiun KCIC, Rabu 25 Maret 2026.

Menurut Emir, penjualan tiket kereta cepat Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2026 ini menunjukkan tren positif. "Jumlah tersebut masih berpotensi terus meningkat, karena penjualan tiket masih berlangsung hingga hari terakhir periode angkutan Lebaran," katanya.

Selain itu, tingginya minat masyarakat menggunakan layanan Whoosh menjadi indikator kuat. Yaitu bahwa moda transportasi cepat ini semakin diminati, terutama untuk perjalanan mudik dan arus balik Lebaran.

KCIC juga memproyeksikan adanya lonjakan tambahan penumpang menjelang puncak arus balik, seiring dengan masih dibukanya penjualan tiket. Dan itu karena tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur panjang.

Dengan tren penjualan yang terus bertambah, KCIC memastikan kesiapan operasional tetap optimal. Yaitu baik dari sisi jadwal perjalanan, pelayanan penumpang, hingga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

Ke depan, Emir mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk segera melakukan pemesanan, mengingat ketersediaan kursi dapat semakin terbatas selama masa angkutan Lebaran. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mencapai 25 ribu orang saat puncak arus balik Lebaran yang terjadi pada 28-29 Maret 2026.

Menurut dia, puncak arus balik tersebut seiring dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah. Selain itu, tren peningkatan penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan ini tidak lepas dari kebijakan sejumlah perusahaan yang mulai masuk kerja pada 30 Maret hingga 1 April. Lalu, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kembali berjalan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....