Mudik dengan Kereta Whoosh Didukung Teknologi Keselamatan Terintegrasi

  • 25 Mar 2026 21:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyampaikan perjalanan mudik Lebaran dengan kereta Whoosh didukung oleh berbagai sistem pengawasan dan teknologi keselamatan yang terintegrasi. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan dalam menjaga keselamatan operasional, KCIC mengoperasikan 1.773 unit kamera pemantau alias CCTV.

"CCTV ini tersebar di stasiun, jalur operasional, depo, hingga di dalam rangkaian kereta. Hal itu untuk memantau kondisi operasional secara real time," ucap Eva kepada awak media, Rabu 25 Maret 2026.

Selain itu, lanjut dia, jalur Whoosh juga dilengkapi berbagai sensor dan sistem peringatan dini yang berfungsi memantau kondisi lingkungan serta potensi gangguan operasional. Sistem tersebut terdiri atas 17 sensor angin kencang, delapan sensor hujan, enam sensor benda asing, serta tujuh sistem peringatan dini gempa bumi yang terpasang di berbagai titik sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

KCIC juga mengantisipasi potensi risiko bencana alam di sepanjang jalur operasional, seperti sedimentasi di enam titik, potensi banjir di delapan titik, serta potensi longsor di 22 titik. Untuk memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga, KCIC menempatkan petugas yang berjaga selama 24 jam di berbagai titik tersebut guna melakukan pemantauan kondisi jalur secara berkala serta penanganan cepat apabila ditemukan potensi gangguan operasional.

Eva menambahkan guna menunjang kenyamanan penumpang, KCIC juga memastikan berbagai fasilitas pelayanan di stasiun Whoosh tersedia secara lengkap. Yaitu seperti akses internet nirkabel (WiFi) gratis, layanan porter, konektivitas intermoda menuju bandara maupun moda transportasi lanjutan lainnya, hingga ruang tunggu VIP.

Tersedia pula tempat bermain anak, mushala, fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus, stan makanan dan minuman, area parkir, ATM, loker penyimpanan barang, serta kursi pijat. KCIC menyediakan total sebanyak 653.888 tiket melalui layanan kereta Whoosh, yang beroperasi hingga 62 perjalanan per hari untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat selama masa Lebaran 2026.

Eva menyampaikan persiapan tersebut dilakukan guna memastikan perjalanan Whoosh selama periode angkutan Lebaran dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar. "Per 14 Maret 2026 kemarin, kereta Whoosh sudah ditambah kembali menjadi 62 perjalanan per hari," ujarnya.

Adapun masa angkutan Lebaran Whoosh berlangsung selama 18 hari. Yaitu pada periode 13–30 Maret 2026. Menurut catatan, total tiket Whoosh yang telah terjual mencapai 133 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....