Angka Kecelakaan Turun Selama Siaga Lebaran 2026, Fatalitas Menurun Signifikan

  • 25 Mar 2026 15:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tren positif keselamatan transportasi terlihat selama periode Siaga Lebaran 2026 yang berlangsung pada 13–22 Maret 2026. Data yang dihimpun Jasa Raharja bersama Korlantas Polri menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang periode tersebut, tercatat sebanyak 2.119 kejadian kecelakaan, menurun sekitar 2 persen dibandingkan Siaga Lebaran 2025 yang mencapai 2.179 kejadian. Dari sisi korban, jumlah total korban kecelakaan mencapai 3.597 orang, atau turun sekitar 2 persen dari tahun lalu sebanyak 3.684 orang.

Penurunan paling signifikan terjadi pada jumlah korban meninggal dunia. Pada Siaga Lebaran 2026, korban meninggal tercatat sebanyak 190 orang, turun drastis sebesar 28 persen dibandingkan 266 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, korban luka-luka mencapai 3.407 orang, relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 0,3 persen.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling mendukung.

“Penguatan manajemen rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri, termasuk distribusi arus mudik yang lebih merata, menjadi faktor utama. Selain itu, kebijakan work from anywhere yang diumumkan pemerintah sebelumnya turut membantu mengurai kepadatan,” ujarnya, dalam keterangannya, Rabu 25 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur jalan, baik tol maupun arteri, serta fasilitas pendukung seperti rest area dan Pos Pelayanan Terpadu, berperan penting dalam mengurangi kelelahan pengemudi selama perjalanan.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah intensifikasi kampanye keselamatan transportasi oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama para pemangku kepentingan.

“Kesadaran masyarakat untuk berkendara secara tertib dan berhati-hati juga meningkat,” tambah Awaluddin.

Meski demikian, kecelakaan lalu lintas masih didominasi kendaraan roda dua (R2). Faktor utama penyebabnya antara lain kelelahan akibat kurang istirahat dan rendahnya kepatuhan menjaga jarak aman, yang berisiko tinggi terhadap fatalitas.

Sebagai upaya pencegahan, Jasa Raharja bersama BUMN lainnya terus mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi umum melalui program Mudik Gratis yang dinilai lebih aman.

Ke depan, masyarakat diimbau untuk semakin mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, baik dengan memilih moda transportasi yang aman maupun dengan disiplin dalam berkendara.

Selain itu, komitmen pelayanan juga diperkuat melalui implementasi program Zero Pending Claim, guna memastikan santunan bagi korban kecelakaan dapat disalurkan secara cepat dan tepat. Hingga 22 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp9,5 miliar kepada 190 korban atau ahli waris.

Capaian ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, sekaligus mencerminkan upaya berkelanjutan untuk mewujudkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....