Pengemudi Bus di Terminal Cicaheum Jalani Pemeriksaan Kesehatan

  • 16 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelola Terminal Cicaheum Kota Bandung tidak hanya melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp check), tetapi juga memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi bus. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.

‎Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Pemeriksaan tersebut menyasar pengemudi utama, kondektur, hingga pengemudi cadangan yang bertugas pada trayek jarak jauh.

‎“Untuk sopir di Terminal Cicaheum, kemarin kita cek sudah 25 orang, baik dari pengemudinya maupun kondekturnya, termasuk pengemudi cadangan terutama untuk perjalanan jarak jauh. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan di Terminal Cicaheum menunjukkan semuanya dalam kondisi fit dan layak untuk mengoperasikan kendaraan,” ujar Asep Supriadi saat ditemui di Terminal Cicaheum, Senin 16 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan para pengemudi tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga bebas dari penyalahgunaan narkotika.

‎Menurutnya, apabila ditemukan pengemudi yang kondisi kesehatannya kurang baik atau tidak memenuhi standar keselamatan, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengemudikan kendaraan.

‎“Kalau ada pengemudi yang badannya kurang fit, tentu tidak layak untuk mengoperasikan kendaraan. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan BNN. Jika hasilnya membahayakan, maka pengemudi tersebut dilarang beroperasi demi menjaga keselamatan para pemudik di jalan,” katanya.

‎Asep menegaskan pihak terminal berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, kesehatan pengemudi juga menjadi faktor utama dalam menjamin keselamatan perjalanan.

‎“Kami berusaha seoptimal mungkin menjaga keselamatan selama arus mudik ini. Jadi yang menjadi perhatian utama tidak hanya kondisi fisik kendaraan, tetapi juga kesehatan para pengemudi,” tambahnya.

‎Ia juga menekankan bahwa jika ditemukan pengemudi yang tidak sehat atau terindikasi menggunakan narkoba, pihak terminal akan berkoordinasi dengan perusahaan otobus agar segera mengganti pengemudi tersebut.

‎“Jika ditemukan pengemudi yang tidak fit, apalagi terindikasi narkoba, maka kami akan meminta pihak perusahaan otobus untuk menggantinya,” ujarnya.

‎Selain pemeriksaan terhadap pengemudi, pihak Terminal Cicaheum juga melakukan pengecekan terhadap armada bus yang akan beroperasi. Pemeriksaan tersebut meliputi kelengkapan administrasi kendaraan hingga kondisi fisik armada.

‎“Termasuk armada juga kami periksa, mulai dari administrasi surat-surat hingga kondisi fisik kendaraan. Jika ditemukan armada yang tidak layak beroperasi, maka akan kami keluarkan dari terminal dan dikembalikan ke pool,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....